Pengungsi di Maybrat
Pengungsi di Distrik Aifat Timur Tengah Maybrat Minta Dikembalikan ke Rumah
Sementara ini kami, di sini masing-masing mengalami kendala yang cukup besar terkait dengan tempat kami menginap, kemudian makan dan minum sehari-hari
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAY
APURA - Para pengungsi di Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat Papua Barat, mendesak Pemerintah setempat, untuk segera mengembalikan mereka ke rumah masing-masing.
Saat ditemui Tribun-Papua.com Rabu (8/12/2021), Tokoh Adat Distrik Aifat Timur Tengah, Valentinus Sidik, meminta dengan tegas agar Pemerintah memikirkan nasib mereka selama berada di pengungsian.
• Kisah Nicholas Messet, Eks Pendiri OPM Kembali ke Indonesia Setelah Sadar Ditipu Belanda
• Mantan Panglima OPM Minta KPK Periksa PB PON Papua yang Diduga Korupsi
"Iya kami yang mengungsi di sini (Kampung Aisu) tersebar di 5 distrik, termasuk Aifat Timur dan Aifat Selatan," katanya.
Valentinus mengaku sudah 3 bulan 2 minggu mengungsi, dengan kondisi yang memprihatinkan.
"Kami yang ada di sini kami tahu, tetapi yang masih di luar, kami tidak dapat pastikan berapa banyak penduduk," katanya.
• Atasi Gangguan KKB, Tokoh Muda Papua: Pemda Harus Berperan Aktif
Ia menyebutkan, yang diketahuinya sebagian masyarakat masih berada di hutan untuk mengungsi.
"Sementara ini kami, di sini masing-masing mengalami kendala yang cukup besar terkait dengan tempat kami menginap, kemudian makan dan minum sehari-hari," ujarnya kepada Tribun-Papua.com.
Maka pihaknya menegaskan untuk segera, entah bagaimanapun caranya agar dapat memulangkan mereka (para pengungsi) ke kediaman masing-masing.
"Kami sudah bosan berada di tempat pengungsian," keluhnya.
• Komnas HAM Papua Fasilitasi Pengungsi di Maybrat: Sementara Dikembalikan ke Kisor
Dirinya mengatakan, Pemerintah melalui Dinas Sosial telah membantu, tetapi tidak secara penuh, karena setiap rumah yang kami mengungsi ada 3 sampai 4 kepala keluarga.
"Jadi tidak cukup, sementara ini untuk makan dan minum, kami upayakan sendiri," ucapnya.
Valentinus menegaskan, masyarakatnya tidak bisa bertahan lama dan mendesak agar dapat dipulangkan.
Di lain sisi, perwakilan mahasiswa Aifat Fabianus Mate saat ditemui Tribun-Papua.com meminta pihak TNI/POLRI, agar tidak melakukan intimidasi terhadap masyarakat.
• Anak Penyerang Posramil Kisor Maybrat Divonis 8 Tahun Penjara, Pengacara Ajukan Banding