Senin, 13 April 2026

Pengungsi di Maybrat

Pengungsi di Distrik Aifat Timur Tengah Maybrat Minta Dikembalikan ke Rumah 

Sementara ini kami, di sini masing-masing mengalami kendala yang cukup besar terkait dengan tempat kami menginap, kemudian makan dan minum sehari-hari

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAY

APURA - Para pengungsi di Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat Papua Barat, mendesak Pemerintah setempat, untuk segera mengembalikan mereka ke rumah masing-masing. 

Saat ditemui Tribun-Papua.com Rabu (8/12/2021), Tokoh Adat Distrik Aifat Timur Tengah, Valentinus Sidik, meminta dengan tegas agar Pemerintah memikirkan nasib mereka selama berada di pengungsian. 

Kisah Nicholas Messet, Eks Pendiri OPM Kembali ke Indonesia Setelah Sadar Ditipu Belanda

Mantan Panglima OPM Minta KPK Periksa PB PON Papua yang Diduga Korupsi

"Iya kami yang mengungsi di sini (Kampung Aisu) tersebar di 5 distrik, termasuk Aifat Timur dan Aifat Selatan," katanya.

Valentinus mengaku sudah 3 bulan 2 minggu mengungsi, dengan kondisi yang memprihatinkan.

"Kami yang ada di sini kami tahu, tetapi yang masih di luar, kami tidak dapat pastikan berapa banyak penduduk," katanya. 

Atasi Gangguan KKB, Tokoh Muda Papua: Pemda Harus Berperan Aktif

Ia menyebutkan, yang diketahuinya sebagian masyarakat masih berada di hutan untuk mengungsi.

"Sementara ini kami, di sini masing-masing mengalami kendala yang cukup besar terkait dengan tempat kami menginap, kemudian makan dan minum sehari-hari," ujarnya kepada Tribun-Papua.com

Maka pihaknya menegaskan untuk segera, entah bagaimanapun caranya agar dapat memulangkan mereka (para pengungsi) ke kediaman masing-masing. 

"Kami sudah bosan berada di tempat pengungsian," keluhnya.

Komnas HAM Papua Fasilitasi Pengungsi di Maybrat: Sementara Dikembalikan ke Kisor 

Dirinya mengatakan, Pemerintah melalui Dinas Sosial telah membantu, tetapi tidak secara penuh, karena setiap rumah yang kami mengungsi ada 3 sampai 4 kepala keluarga.

"Jadi tidak cukup, sementara ini untuk makan dan minum, kami upayakan sendiri," ucapnya.

Valentinus menegaskan, masyarakatnya tidak bisa bertahan lama dan mendesak agar dapat dipulangkan.

Di lain sisi, perwakilan mahasiswa Aifat Fabianus Mate saat ditemui Tribun-Papua.com meminta pihak TNI/POLRI, agar tidak melakukan intimidasi terhadap masyarakat.

Anak Penyerang Posramil Kisor Maybrat Divonis 8 Tahun Penjara, Pengacara Ajukan Banding

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved