Minggu, 10 Mei 2026

Sejarah

Menengok Sisi Humanis dari Selera Lidah Presiden Soekarno

Bung Karno pernah mengutus Menteri Pertanian saat itu untuk mendata setiap jenis pangan lokal Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Presiden Soekarno saat menikmati kuliner kegemarannya didampingi Ibu Fatmawati. (Dok. KOMPAS) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, mengadakan pameran kuliner kegemaran Presiden Soekarno.

Pameran kuliner ini mengungkap sisi humanis Presiden Soekarno dan keyakinannya tentang cita rasa pangan lokal yang bisa mendunia.

Sama seperti masyarakat pada umumnya, Presiden Soekarno atau Bung Karno semasa hidupnya juga memiliki kuliner kegemaran.

Selera lidah Presiden Soekarno tidak jauh dari bumbu, rempah, dan cita rasa lokal.

Kuliner tersebut merupakan makanan khas Nusantara di antaranya sayur lodeh, tahu dan tempe bacem, opor ayam, pepes, daun singkong rebus, serta sambal terasi.

Baca juga: [OPINI] Moralitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Semua kuliner kegemaran Presiden Soekarno tersebut ditampilkan dalam pameran di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kamis (9/12/2021).

Sejumlah masakan yang dipamerkan dalam acara Pameran Kuliner Kegemaran Presiden RI Ir Soekarno di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). Melalui pameran ini menyampaikan pesan betapa sang Proklamator RI sangat menggemari masakan Nusantara dibandingkan makanan asing.
Sejumlah masakan yang dipamerkan dalam acara Pameran Kuliner Kegemaran Presiden RI Ir Soekarno di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). Melalui pameran ini menyampaikan pesan betapa sang Proklamator RI sangat menggemari masakan Nusantara dibandingkan makanan asing. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Selain kuliner, kegiatan tersebut juga memamerkan koleksi peralatan jamuan makan yang biasa digunakan di Kompleks Istana baik untuk makan pribadi presiden maupun saat ada tamu kenegaraan.

Pesan dari visualisasi kian tersampaikan karena pameran juga menampilkan foto-foto jamuan makan dari era Gubernur Jenderal Hindia Belanda hingga Presiden Soekarno.

Anggota Komisi X DPR sekaligus cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarno, menceritakan, saat masih di Istana Bogor, ia selalu mendengar kisah dari ayahnya tentang kebiasan makan Bung Karno.

Setiap hari, Bung Karno selalu mengonsumsi makanan yang sederhana, seperti nasi dengan lauk telur mata sapi dan diberi kecap untuk sarapan.

Baca juga: Lukas Enembe Bela Rakyat Papua: Siap Perang dengan KPK dan Siap Dipecat Demokrat

Namun, kecap yang dikonsumsi Bung Karno harus dipesan langsung dari produksi rumah tangga di Blitar, Jawa Timur, yang juga merupakan kota kelahiran proklamator tersebut.

Bung Karno menyukai kecap dari Blitar ini karena masih diproduksi secara tradisional.

Sebelum menjadi kecap, kedelai dibakar terlebih dahulu dengan menggunakan kayu.

Selain kecap, Bung Karno juga sangat menggemari nasi pecel Blitar dan sambal terasi hasil ulekan dari Ibu Fatmawati.

Puti mengakui dan merasakan secara langsung keahlian memasak dari Fatmawati khususnya dalam membuat rendang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved