Kongres Pemuda Asia Afrika 2021
Gejolak Indo-Pasifik akan Dibahas di Kongres Pemuda Asia Afrika 2021
Pertemuan juga akan membahas kondisi politik dan keamanan yang sedang terjadi di dua kawasan, terlebih sengketa perbatasan atau wilayah kekuasaan
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dunia dihadapkan berbagai persoalan dan semakin diperparah munculnya Covid-19, yang hingga kini mendapat perhatian serius dari pemuda Asia Afrika.
Persoalan-persoalan tersebut, akan dibahas di Kongres Ke-II Asian African Youth Government (AAYG) pada 16-19 Desember 2021 di Bandung, Jawa Barat dengan tema “The notion of Asian African Youth for the World’s Collaboration on Covid-19 and Beyond”.
• Menari dengan Burung Cenderawasih dan Berenang dengan Ikan di Tablasupa Papua
• Menilik Surga Tersembunyi di Pantai Tablanusu Kabupaten Jayapura Papua
Selain dampak Covid-19, Project Officer Kongres AAYG Respiratori, Saddam Al-Jihad mengungkapkan, di samping konflik yang sedang terjadi di sejumlah negara di Asia dan Afrika yang memakan banyak korban nyawa.
Pertemuan tersebut, juga akan membahas kondisi politik dan keamanan yang sedang terjadi di dua kawasan, terlebih sengketa perbatasan atau wilayah kekuasaan.
Serta persoalan perdagangan dan perebutan pengaruh di kawasan memicu eskalasi konflik meningkat.
“Di Kongres AAYG 2021, berbagai isu krusial dan mendesak akan menjadi pembahasan," kata Saddam kepada Tribun-Papua.com Minggu (12/12/2021).
• Warga Tangkap Basah Maling di Warung Milik Korban Erupsi Semeru, Detik-detik Videonya Viral
Dikatakannya, soal Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan, menjadi hal paling mendesak untuk diselesaikan.
"Namun, kita tidak bisa lepas dari persoalan-persoalan yang membuat kawasan jadi instabilitas, seperti yang sedang terjadi di kawasan Indo-Pasifik dengan melibatkan negara-negara besar," tuturnya.
Saddam menjelaskan kehadiran negara-negara besar, seperti Amerika Serikat dan Rusia dalam dinamika kawasan termasuk di Indo-Pasifik, salah satunya berangkat dari agresifitas China di kawasan.
• Jurnalis iNews, Cornelia Mudumi Pimpin FJPI Papua Periode 2021-2024
Apalagi menurutnya, China telah terlibat sengketa perbatasan yang tidak kunjung selesai dengan sejumlah negara di Indo-Pasifik, dan tentunya ini menjadi ancaman bagi perdamaian yang diharapkan.
"Klaim China atas wilayah Laut China Selatan dengan menetapkan Nine Dash Line, telah memunculkan masalah dengan negara-negara yang berada di sekitar Laut China Selatan mulai dari Taiwan, Vietnam, Filipina, Brunai Darussalam, Malaysia, dan bahkan dengan Indonesia di Natuna," jelasnya.
Dijelaskannya, China tidak tanggung-tanggung menuntut Indonesia menghentikan pengeboran minyak dan gas alam di Natuna karena itu diklaim wilayahnya.
Bukan hanya itu, Saddam juga menyinggung sengketa perbatasan China dan India, serta sengkata Sengkaku antara China versus Jepang, dan hubungan perdagangan China dan Australia berada pada titik terendah.
Baca juga: Stafsus Presiden Billy Mambrasar : Ini Pesan Joe Biden untuk Anak Muda Dunia Terkait Demokrasi
Sikap China di kawasan, menurut Saddam, telah menjadi penyebab negara besar hadir dalam konstelasi di kawasan Indo-Pasifik, bahkan lahir aliansi ekslusif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kongres-pemuda-asia-afrika-2021.jpg)