Breaking News:

Nasional

Upaya Cabut Sanksi dari WADA, Menpora Amali: Progres Sangat Bagus dan Cepat

Menpora Amali bahkan menyebut upaya dari Indonesia untuk mencabut sanksi itu lebih baik dari negara lainnya yang juga terkena sanksi.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali, saat berkunjung ke Venue Cabor Catur di Hotel Sahid Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (8/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUN-PAPUA.COM.COM, JAYAPURA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali siang ini bersama dengan Ketua Tim Kerja Percepatan penyelesaian sanksi World Anti Doping Agency (WADA), Raja Sapta Oktohari kembali memberikan informasi terbaru perihal upaya pencabutan sanksi dari WADA.

Dalam kesempatan tersebut Menpora membeberkan bahwa progress pencabutan sanksi dari WADA kini semakin baik.

Baca juga: Dinilai Tak Patuh Standar Anti-Doping, Indonesia Terancam Tak Bisa Gelar Ivent Internasional

“Saya dapat informasi perkembangan ke arah positif bahkan benar-benar terjadi percepatan upaya-upaya dari tim LADI dan unsur pemerintah terhadap pemenuhan complain sebagaimana yang dipersyaratkan WADA kepada LADI,” kata Menpora Amali dalam konferensi pers secara daring, Senin (13/12/2021).

Menpora Amali bahkan menyebut upaya dari Indonesia untuk mencabut sanksi itu lebih baik dari negara lainnya yang juga terkena sanksi.

Ia pun berharap agar sanksi ini bisa cepat dicabut oleh WADA sehingga Indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih saat menjuarai ajang internasional.

“Minggu lalu tim sudah berbicara dengan WADA, kemudian dengan instansi terkait lainnya dan tadi pagi kami rapat internal saya dapat informasi bawah progres sangat bagus dan cepat,” kata Menpora.

“Bila dibandingkan dengan negara lain yang diberi sanksi kepada NADO mereka dengan sanksi yang sama, Indonesia dianggap lebih cepat. Semoga ini cepat diselesaikan,” harap Menpora.

Baca juga: Fitrul Dwi Rustapa Masuk Urutan Kedua Top Saves di Liga 1

Seperti diketahui, sanksi WADA kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dijatuhkan karena LADI tak memenuhi program anti-doping.

Sanksi dari WADA pun terlihat jelas saat Indonesia sukses menjuarai Piala Thomas Cup di Denmark, namun bendera Indonesia tak boleh dikibarkan dan digantikan dengan bendera PBSI.

Kini, LADI tengah berupaya memenuhi persyaratan dari WADA agar sanksi yang diberikan bisa segera dicabut dan bendera Indonesia bisa kembali berkibar di ajang-ajang internasional. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved