11 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan Polda Jatim, 13 Jenazah Korban Gunung Semeru Ditemukan

Sebanyak 11 ekor anjing pelacak diturunkan untuk membantu proses pencarian korban hilang akibat bencana awan panas Gunung Semeru.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban di jalur material guguran awan panas Gunung Semeru di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021). - Sebanyak 11 ekor anjing pelacak diturunkan untuk membantu proses pencarian korban hilang akibat bencana awan panas Gunung Semeru. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 11 ekor anjing pelacak diterjunkan untuk membantu proses pencarian korban hilang akibat bencana awan panas Gunung Semeru.

Diketahui, 11 ekor anjing dari Unit Satwa K-9 milik jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur itu sudah mulai bekerja sejak hari pertama operasi pencarian digelar, yakni pada Minggu (5/12/2021) atau sehari setelah terjadi bencana awan panas.

Tiga dari 11 ekor anjing itu bernama lupita, kimmy dan sola. Mereka akan terus diterjunkan selama proses pencarian berlangsung.

Unit Satwa K-9 milik Polda Jatim membantu pencarian korban Erupsi Semeru
Unit Satwa K-9 milik Polda Jatim membantu pencarian korban Erupsi Semeru (Dokumentasi Humas Polda Jatim)

Baca juga: Tim SAR Temukan 2 Korban Mobil Travel yang Terjun ke Jurang, Kondisi Keduanya Meninggal Dunia

Baca juga: Fakta Gempa M 7,4 Guncang NTT, Peringatan Dini Tsunami Dicabut hingga Warga Diminta Tetap Waspada

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, 11 anjing pelacak itu berasal dari Baharkam Mabes Polri sebanyak lima ekor, dari Polda Jatim empat ekor dan dari Polresta Malang Kota sebanyak dua ekor.

"Kita siap menambah unit satwa dari Polres jajaran jika memang diperlukan. Polri siap membantu sesuai intruksi Kapolri dalam Operasi Aman Nusa," kata Gatot, Selasa (14/12/2021).

Bantu Temukan 13 Jenazah Korban

Hingga Senin (13/12/2021), anjing pelacak itu berhasil melacak keberadaan 13 lokasi jenazah korban yang terpendam lumpur di dua area pencarian. Yakni di Curah Kobokan dan di Kampung Renteng.

"Temuan itu bersumber dari 25 titik aroma yang diendus anjing pelacak, dan menjadi petunjuk tim SAR gabungan mengerahkan alat berat dan melakukan penggalian titik lokasi," jelasnya.

Baca juga: 1.300 Orang Meninggal: Mengenang Tsunami Terjang Flores 12 Desember 1992

Gatot memastikan kondisi unit anjing pelacak di lokasi bencana dalam kondisi prima meski bekerja di medan yang luas dengan cuaca yang tidak menentu.

"Tim menyediakan porsi asupan makanan dan minuman lebih untuk unit satwa plus vitamin agar para satwa tetap sehat dan bugar," katanya.

Diketahui, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas pada Sabtu (4/12/2021) lalu. Hingga Senin (13/12/2021), korban meninggal dunia akibat bencana itu mencapai 48 orang.

Sementara korban yang masih dirawat mencapai 18 orang. Rinciannya, 12 orang dirawat di RS dr Haryoto (RSDH), dua orang dirawat di RS Pasirian (RSP), tiga orang dirawat di RS Bhayangkara (RSB) dan satu orang lainnya dirawat di RS Tersier.

Selain itu, sampai saat ini tercatat 9.997 jiwa mengungsi di 148 titik lokasi pengungsian akibat bencana itu.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 11 Ekor Anjing Pelacak Diterjunkan ke Lokasi Terdampak Awan Panas Semeru, Bantu Temukan 13 Jenazah yang Terpendam

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved