Sabtu, 2 Mei 2026

Prakiraan Cuaca di Papua

BBMKG Jayapura Imbau Masyarakat Waspadai Fenomena La Nina 

Memasuki penghujung tahun 2021 BBMKG Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat Papua untuk mewaspadai fenomena La Nina. 

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
tribunjabar
Tinggi gelombang serta angin kencang 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Memasuki penghujung tahun 2021, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat Papua untuk mewaspadai fenomena La Nina. 

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi BBMKG Wilayah V Jayapura Dony Christianto, kepada Tribun-Papua.com Rabu (15/12/2021). 

"Iya memang terkait fenomena La Nina ini saat ini sudah terjadi di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura," katanya. 

Baca juga: Susul Victor Igbonefo, Sang Jenderal Zah Rahan Akhirnya Pulang Ke Persipura ?

Dony menjelaskan, sebenarnya fenomena La Nina ini ialah suatu anomali kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. 

"Jadi akumulasi dari sinar matahari dan arus laut, sehingga menyebabkan suhu terkadang lebih dingin dan juga bisa normal," jelasnya. 

Baca juga: Mantan Pejuang Papua Merdeka Tagih Janji Mahfud MD Ungkap Kasus Korupsi di Papua

Ia melanjutkan, kenaikan suhu di Samudera Pasifik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi intensitas curah hujan di wilayah Indonesia pada umumnya. 

"Jadi kondisinya di sana (Samudera Pasifik) suhunya lebih mendingin, maka terjadi penguapan lebih tinggi sehingga curah hujan lebih banyak," sambungnya. 

Adapun dikatakannya, siklus fenomena La Nina ini terjadi mulai dari November hingga April 2022 mendatang. 

Baca juga: Panglima OPM Berikan Jaminan Keamanan Bagi KPK Kalau ke Papua Tangkap Koruptor

"Kalau untuk Jayapura dan Sarmi, berdasarkan analisa kami tahun 2020 lalu, itu peningkatan curah hujannya 10% sampai 40%," sebutnya. 

Dikatakannya, BBMKG Wilayah V Jayapura memprediksi model fenomena La Nina yang terjadi saat ini, akan sama seperti tahun sebelumnya. 

"Meski demikian karena fenomena La Nina tahun ini bertepatan dengan siklus puncak musim penghujan yang intens, maka menimbulkan efek selain potensi curah hujan tinggi, yaitu angin kencang dan gelombang tinggi," jelas Dony. 

Baca juga: Inilah Kondisi Pos Koramil Kisor, Saksi Bisu Tragedi Pembantaian 4  Prajurit TNI Secara Sadis

Terkait dengan fenomena La Nina, Dony mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terkait potensi bencana yang dapat terjadi. 

"Kalau untuk potensi bencana itu selalu ada, terutama musim hujan, terlebih adanya fenomena La Nina, maka dari itu kami harapkan masyarakat lebih peduli, dan merawat saluran air atau drainase dengan baik agar tidak banjir," harapnya. 

Dari sisi aktivitas kelautan, Dony menyebutkan pihaknya telah memiliki web maritim yang dapat diakses para Nelayan, untuk memantau arus laut dan tinggi gelombang. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved