Sabtu, 25 April 2026

Covid 19

WHO Klaim Varian Omicron Menyebar Sangat Cepat dan Bisa Membuat Kewalahan

Varian Omicron sedang menyebar di seluruh dunia dengan tingkat kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Roy Ratumakin
Polres Jayapura for Tribun-Papua.com
ILUSTRASI - Suasana salah satu warga yang mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Polres Jayapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Varian Omicron sedang menyebar di seluruh dunia dengan tingkat kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kasus-kasus varian baru virus corona yang sangat banyak bermutasi itu telah terlacak di 77 negara.

Namun, dalam sebuah jumpa pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ada kemungkinan banyak negara yang belum mendeteksinya.

Baca juga: Park Hang-seo Bongkar Kelemahan Timnya Jelang Kontra Timnas Indonesia

Tedros mengaku prihatin bahwa upaya yang dilakukan untuk membendung varian tersebut belum cukup.

"Tentu sekarang kita telah belajar bahwa kita meremehkan virus ini yang kemudian membahayakan kita. Bahkan jika Omicron tidak menimbulkan penyakit yang parah, banyaknya jumlah kasus bisa kembali membuat kewalahan sistem kesehatan yang tidak siap," kata Tedros dikutip dari laman Kompas.com.

Varian Omicron pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November lalu. Negara itu kemudian mencatat kenaikan jumlah kasus Covid.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pun teruji positif mengidap Covid-19 dan kini menjalani isolasi dengan gejala ringan.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, menerapkan larangan perjalanan terhadap warga dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya menyusul kemunculan Omicron. Namun, langkah ini gagal menghentikan penyebaran varian itu.

Korban Meninggal Pertama Akibat Omicron

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa 20 persen dari seluruh kasus Covid di Inggris disebabkan varian Omicron.

Baca juga: Mabes Polri Izinkan Liga 1 Dihadiri Penonton, Ini Syaratnya

Artinya, ada 4.713 kasus varian Omicron yang terkonfirmasi di Inggris per Senin (13/12/2021).

Namun, Javid menuturkan, Lembaga Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), memperkirakan jumlah kasus Covid akibat varian Omicron saat ini mencapai sekitar 200.000.

Kasus Covid akibat varian Omicron telah meningkat hingga lebih dari 44 persen di London dan diperkirakan bakal menjadi varian yang dominan di kota tersebut dalam 48 jam ke depan, kata Javid.

Sedikitnya satu orang telah meninggal di Inggris akibat varian Omicron, menurut Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Baca juga: Jenasah Arkian Akhirnya Diotopsi Tim Biddokes Polda NTT di RSU Sumba Tengah

Sementara itu, pemerintah Italia telah memberlakukan keadaan darurat sampai 31 Maret 2022 sebagai langkah mengantisipasi varian Omicron.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved