Nasional
Jenasah Arkian Akhirnya Diotopsi Tim Biddokes Polda NTT di RSU Sumba Tengah
Otopsi jenasah almahrum Arkian Anabira atas permintaan keluarga guna mendapatkan kepastian penyebab kematian anaknya dalam sel tahanan.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tim forensik bidang kedokteran dan kesehatan (Biddokes) Polda NTT yang dipimpin dokter AKBP Dedi Saputra Hasibuan bersama dua rekannya melakukan otopsi terhadap jenasah almarum Arkian Anabira, warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah di RSUD Waibakul, Sumba Tengah, Selasa 14 Desember 2021 siang.
Tim Biddokes Polda NTT tiba di RSUD Waibakul, Sumba Tengah, Selasa 14 Desember 2021 sekitar pukul 14.30 wita.
Sebelum otopsi, tim kedokteran forensik Polda NTT meminta keluarga korban masuk ke ruangan untuk memanjatkan doa dahulu. Informasi diperoleh, proses otopsi tersebut berjalan kurang lebih 4 jam lamanya.
Baca juga: Tahanan Tewas di Sel, Kapolda NTT Copot 4 Anggotanya
Perlu diketahui otopsi jenasah almahrum Arkian Anabira atas permintaan keluarga guna mendapatkan kepastian penyebab kematian anaknya dalam sel tahanan Polsek Katiikutana, Sumba Tengah, Kamis 9 Desember 2021 pagi.
Sebelumnya, Rabu 8 Desember 2021 sekitar pukul 23.00 malam, almahrum dijemput anggota Polres Sumba Barat di kedimanannya dalam kondisi sehat walafiat.
Almahrum djemput anggota kepolisian Sumba Barat karena diduga terlibat tindak pidana pencurian ternak dan penganiayaan.
Almahrum meninggal dunia diduga akibat dianiaya oknum anggota Polres Sumba Barat.
Kini empat oknun Polres Sumba Barat telah ditahan guna menjalani proses pemeriksaan selanjutnya.
Tim Biddokes Polda NTT tiba di RSUD Waibakul, Sumba Tengah, Selasa 14 Desember 2021 dimana sekitar pukul 14.30 wita.
Sesaat sebelum melakukan otopsi, tim kedokteran forensik Polda NTT mempersilahkan keluarga masuk ke ruangan memanjatkan doa sebelum dilakukan otopsi.
Setelah itu, tim kedokteran membolehkan satu perwakilan keluarga korban bersama Polres Sumba Barat menyaksikan jalannya proses otopsi.
Baca juga: MIRIS, Tahanan Tewas Dalam Sel, Ada Bekas Luka Tembak di Alat Vital
Informasi diterima, tim kedokteran membutuhkan waktu 4 jam lamanya menyelesaikan proses otopsi tersebut.
Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat sekitar memadati halaman RSUD Waibakul, Sumba Tengah menunggu proses otopsi hingga selesai.
Hal itu karena keluarga harus membawa pulang jenasah paskah otopsi untuk dimakamkan kembali.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan otopsi, kepolisian memasang garis polisi agar warga cukup menyaksikan diluar garis polisi itu.
Baca juga: Masih Ingat Bripka IS yang Nekat Bercinta dengan Istri Tahanan, Ini Nasipnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/15122021-otopsi_jenazah_arkian.jpg)