Bawa Borgol dan Ancam Tangkap, Kades Mengaku Polisi Peras Tukang Becak hingga Sopir Pengangkut Ayam

KA (38), seorang Kepala Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diduga memeras warga.

Kompas.com - Josephus Primus
Foto ilustrasi borgol - KA (38), seorang Kepala Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diduga memeras warga. 

TRIBUN-PAPUA.COM - KA (38), seorang Kepala Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diduga memeras warga.

KA yang telah ditangkap polisi ini beraksi dengan mengaku sebagai polisi.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nganjuk AKBP Boy Jeckson mengatakan, KA juga turut membawa borgol untuk menakut-nakuti korban.

Baca juga: Seorang Kepala Desa Ditangkap setelah Ngaku sebagai Polisi dan Peras Warga, Bawa Borgol saat Beraksi

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Akan Berkunjung ke Timika, Ada Apa?

Boy menjelaskan, sejumlah warga pernah menjadi korban KA, di antaranya adalah sopir pengangkut pasir, penjual ayam, dan tukang becak.

Modus Pelaku

Saat beraksi, KA menuduh korbannya melakukan pelanggaran hukum.

“Ada pelaku yang dituduh memberi uang palsu saat jual-beli pasir, ada yang dituduh sebagai pelaku pencurian ayam, ada yang dihentikan di jalan untuk diperiksa KTP dan SIM, serta ada juga pengemudi becak yang dituduh membawa barang milik penumpang yang tertinggal,” ujarnya, Minggu (19/12/2021).

Dia lalu menawarkan diri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kepada korbannya, KA meminta kartu identitas, uang, dan telepon seluler.

KA kemudian menyuruh korban mendatangi pos polisi terdekat.

“Saya yang mengurus perkaranya, kamu ke polsek sekarang,” ucap Boy menirukan KA.

Namun, saat korban mendatangi pos polisi, KA tak ada di sana. KA pun kabur dengan membawa barang-barang korban.

Baca juga: Kabur Bawa Senjata, Prajurit TNI di Papua Sudah 4 Hari Tak Kembali ke Markas

Baca juga: Kecelakaan di Pantai Hamadi Renggut Dua Nyawa, Polisi: Kurang Hati-hati 

Beraksi Selama Tiga Bulan Terakhir

Boy menyampaikan bahwa pelaku telah beraksi sejak tiga bulan terakhir ini.

Berdasar penuturan pelaku, dirinya telah beraksi sebanyak 13 kali.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved