Selasa, 14 April 2026

Perbedaan Covid-19 Varian Omicron dan Delta, Kenali Gejalanya

Kemenkes telah mengumumkan temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di Indonesia, pada Kamis (16/12/2021).

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi - Kemenkes telah mengumumkan temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di Indonesia, pada Kamis (16/12/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di Indonesia, pada Kamis (16/12/2021).

Diketahui, Omicron adalah nama varian baru Virus Corona SARS-CoV-2 tipe B.1.1.529.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai varian yang menjadi perhatian sejak Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Rentetan Kasus Pembunuhan di Tahun 2021, Mutilasi Ojol hingga Polisi Bunuh Remaja

Baca juga: Satpolairud Polres Merauke Jemput Nelayan di Laut untuk Divaksin Covid-19

Sejak kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan, Covid-19 Omicron hingga kini telah menyebar sedikitnya di 80 negara.

Sebelum Virus Corona varian baru ini merebak, Covid-19 varian Delta selama beberapa bulan menularkan Covid-19 di berbagai belahan dunia.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali perbedaan Covid-19 varian Omicron dan Delta serta gejalanya yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan Covid-19 varian Omicron dan Delta

Dilansir dari NPR, Virus Corona SARS-CoV-2 varian Omicron dan Delta sama-sama penyebab Covid-19.

Penelitian menunjukkan, Covid-19 varian Delta dua kali lebih menular apabila dibandingkan varian sebelumnya.

Selain itu, Covid-19 varian Delta terbukti menyebabkan infeksi yang parah dibandingkan varian sebelumnya apabila menyerang penderita yang belum divaksinasi.

Baca juga: Polisi Ultimatum 5 Pelaku Penyekapan dan Rudapaksa Remaja 15 Tahun yang Masih Buron: 1 Kali 24 Jam

Menurut WHO, Covid-19 varian Omicron lebih menular dibandingkan varian lain, termasuk Delta.

Di beberapa kasus, Covid-19 varian Omicron menyebabkan gejala yang tidak terlalu parah.

Terutama pada penderita yang sudah divaksinasi, usia muda, dan tanpa komorbid atau penyakit penyerta.

Namun, data awal terkait tingkat keparahan infeksi Virus Corona baru ini masih terbatas dan penelitian masih berlanjut.

Mengingat potensi penularan yang lebih tinggi seperti varian Delta, setiap orang perlu waspada karena Covid-19 dapat membebani sistem kesehatan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved