Rabu, 13 Mei 2026

Hukum & Kriminal

Praka M, Biang Kerok Terjadinya Pemukulan Terhadap Wartawan Kompas TV di Jayapura Papua

Korban pengeroyokan oleh oknum TNI AD dari Kodam XVII/Cenderawasih yaitu Fendi Rakmeni kini telah melaporkan kasusnya di POMdam.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Wartawan Kompas TV, Fendi Rakmeni menjadi korban pengeroyokan 4 orang oknum TNI AD, dilapangan Makodam XVII Cenderawasih, Minggu (19/12/2021) sore. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Korban pengeroyokan oleh oknum TNI AD dari Kodam XVII/Cenderawasih yaitu Fendi Rakmeni kini telah melaporkan kasusnya di POMdam.

"Pelaku yang memukul saya ada empat orang. Satu orang lainnya adalah pemicu dari pengeroyokan terhadap saya," kata Fendi kepada Tribun-Papua.com, Senin (20/12/2021) melalui sambungan telepon selularnya.

Dikatakan, dirinya juga sudah melakukan visum di RS Bhayangkara Jayapura untuk memperkuat laporannya.

Baca juga: Wartawan Kompas TV Dianiaya Oknum TNI AD di Jayapura Papua

"Kemarin sudah visum dan sudah saya laporkan. Semoga bisa diproses oknum-oknum tersebut," ujarnya.

Kata Fendi, dirinya mengetahui satu diantaranya para pelaku tersebut.

"Ada satu pelaku yang saya kenal. Dia adalah Praka M dari Denmadam Kodam XVII/Cenderawasih. Dia yang memukul teman saya lebih dulu," katanya.

Sekadar diketahui, Fendi Rakmeni yang merupakan jurnalis Kompas TV yang bertugas di Jayapura ini dikeroyok oleh oknum TNI AD saat menjalani pertandingan sepakbola.

"Kami sementara main bola, kemudian ada pemain dari tim lawan yang sepatunya terlepas ditengah lapangan. Saat itu teman saya Banyamin dipinggir lapangan meminta supaya pertandingan dihentikan,"

Lantaran emosi, lanjut Fendi, pemain lawan yang juga oknum TNI emosi dan langsung mendatangi temannya (Benyamin) langsung menendang dibagian wajah.

Baca juga: Maiton Gurik: Suatu Saat Orang Papua akan Angkat Panah dan Jubi Lawan Negara

"Benyamin yang dipukul lalu berdiri dan sempat membalas sehingga saya berusaha untuk melerai. Tapi saat itu ada dua orang yang diduga oknum TNI (tidak ikut main bola) datang dan ikut memukul Benyamin," ucapnya.

"Saya berusaha melerai dan mengeluarkan kata akan lapor ke Kapendam. Saat itu juga saya langsung dikejar dan dikeroyok oleh dua orang itu hingga ketengah lapangan," jelasnya.

Ia pun cukup menyayangkan aksi arogansi oknum TNI AD tersebut.

Sementara itu Kapendam Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Iya benar ada pemukulan terkait rekan wartawan," ucapnya melalui sambungan telepon seluler, Senin (20/12/2021). (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved