Selasa, 21 April 2026

Papua Terkini

Orang Asli Papua Jual Tanah Sama Saja Menjual Diri dan Miskin

Presiden Persekutuan Gereja Baptis West Papua (PGGB - WP) Dr Socrates S Yoman mengkritik tajam Orang Asli Papua (OAP) yang kerap menjual tanah adatnya

Tribun-Papua.com/Istimewa
Hutan Perempuan dan latar belakang Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua. (Alfonso Dimara) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Presiden Persekutuan Gereja Baptis West Papua (PGGB - WP) Dr Socrates S Yoman mengkritik tajam Orang Asli Papua (OAP) yang kerap menjual tanah adatnya.

Sebaliknya, masyarakat Papua diimbau untuk tidak menjual tanah yang merupakan warisan nenek moyang.

Sebab, warisan haruslah dijaga dan dikelola untuk anak cucu, dan demi kelangsungan hidup kedepan.

Bagi Socrates, menjual tanah berarti menjual diri untuk menjadi miskin permanen di tanah sendiri.

Baca juga: VIRAL Pemalakan di Jalan Nimbokrang Jayapura, Polisi: Satu Pelaku Kami Tangkap

"Menjual tanah berarti menjual mama, menjual tanah berarti kehilangan sumber kehidupan selama-lamanya. Menjual tanah berarti kematian anak dan cucu," ujar Socrates saat dihubungi Tribun-Papua.com, Rabu (22/12/2021) siang.

Dia mengatakan, jika orang Papua menjual tanah maka berarti melanggar perintah Tuhan, yaitu memelihara dan mempergunakan tanah yang terdapat dalam Alkitab (Kejadian 2:15). 

"Menjual tanah berarti hidup dengan belas kasihan orang asing. Menjual tanah berarti menjadi budak bangsa kolonial seumur hidup. "

Presiden Persekutuan Gereja Baptis West Papua (PGGB - WP) Dr Socrates S Yoman.
Presiden Persekutuan Gereja Baptis West Papua (PGGB - WP) Dr Socrates S Yoman. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Baca juga: PREDIKSI Line Up Semifinal Singapura Vs Timnas Indonesia: Elkan Baggot Starter

"Menjual tanah berarti kecelakaan dan bencana maut untuk anak dan cucu. Menjual tanah berarti tidak ada masa depan bagi anak dan cucu," katanya.

Socrates juga menambahkan, menjual tanah berarti menjadi orang-orang terkutuk dari tanah dan leluhur. 

Bahkan ia mengatakan, orang Papua harus memelihara kehidupan, kebahagiaan dan kesejahteraan dengan tidak menjual tanah.

Baca juga: Sosok Bidan Hebat di Merauke, Rina Papare dan Harapan Bagi 4 Buah Hatinya

Artinya, orang Papua harus berpikir bagaimana memanfaatkan tanah dan mengelolanya menjadi berguna bagi anak dan cucu, serta diwariskan, bukan untuk dijual.

"Sebaliknya, jaga tanah dan tidak menjual tanah berarti orang-orang yang memelihara kehidupan, kebahagiaan dan kesejahteraan seumur hidup," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved