Info Timika

Jenderal Andika Perkasa: Mencari Prajurit Asal Papua Banyak Kendala

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebutkan saat ini pihaknya masih mencari kebijakan bagi Putra Asli Papua menjadi TNI.

Editor: Ri
Tribun-Papua.com
TANGKAPAN LAYAR - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat melakukan rapat virtual dengan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA –  Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebutkan saat ini pihaknya masih mencari kebijakan bagi Putra Asli Papua menjadi TNI.

Hal itu diungkapkannya saat berada di Timika, Rabu (22/12/2021) malam.

Contoh kecil kata Andika yakni  psikologi masih sangat rendah dibandingan dengan putra diluar Papua.

"Kami justru berusaha untuk membuat suatu aturan yang lebih memungkinkan agar mendapatkan prajurit asli putra daerah." terangnya.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa: Atasi Konflik Papua Harus Dilakukan Humanis Melalui Pembinaan

Langkah mencari solusi menurut Andika, sebab, prajurit TNI yang ada di Bumi Cenderawasih saat ini masih sangat kurang.

"Kami justru berusaha untuk membuat suatu aturan yang lebih memungkinkan agar mendapatkan prajurit asli putra daerah."

Andika mengaku, saat dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sudah mulai mengecek kesehatan prajurit asal Papua.

Ia menyebut persentase prajurit TNI asli Papua yang bertugas di tanah kelahirnnya sendiri hanya 49 persen.

Baca juga: Ini Jumlah Aparat TNI-Polri Yang Tewas di Papua Akibat Ulah Kelompok Sparatis Bersenjata

"Hanya, di Papua ini masih sangat rendah di sekitaran 49 persen. Ini dikarenakan di Papua hanya ada tiga Korem untuk Angkatan Darat, dan satu Kodam Papua," kataya.

Sementara di daerah lain satu Kodam bisa membawahi 5 sampai 6 Korem.

Sedangkan di luar Papua minimal 10 Kodim. Bahkan ada yang 14 hingga 18 Kodim di bawah satu Korem.

Baca juga: Penanganan KKB, Kapolda : Personil Harus Bisa Menahan Diri

"Di Merauke cuma tiga Kodim. Bisa dibayangkan saja itu. Di Jayapura 5 Kodim sedangkan di Biak cuma 4 Kodim."

"Jadi Kodim dan Korem ini masih sangat kurang khususnya di wilayah Papua, makanya calon prajurit hanya terpenuhi 49 persen," ungkapnya.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved