Rabu, 6 Mei 2026

Natal & Tahun Baru

Tradisi Jalan "Peta", atau Pegang Tangan Saat Natal Perlu untuk Dilestarikan

Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua menilai tradisi ataupun budaya "Peta" atau jalan "Pegang Tangan" saat Natal perlu untuk dilestarikan.

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
Charles Engelbert for Tribun-Papua.com
Tampak masyarakat Papua sedang jalan Peta atau Pegang Tangan dari rumah ke rumah saat perayaan Natal, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua menilai tradisi ataupun budaya "Peta" atau jalan "Pegang Tangan" saat Natal perlu untuk dilestarikan.

Hal itu disampaikan pendiri LMA Provinsi Papua Isak Giay, kepada Tribun-Papua.com Kamis (23/12/2021).

"Saya pikir kebiasaan jalan Peta atau pegang tangan itu sudah lama dilakukan, dan dijadikan semacam budaya atau tradisi di Papua," katanya.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa: Mencari Prajurit Asal Papua Banyak Kendala

Menurutnya, jalan Peta merupakan salah satu ciri khas masyarakat Papua, yang selaras dengan makna silaturahmi, saling kunjung mengunjungi saat Natal.

Meski begitu, di masa pandemi Covid-19 pelaksanaan Peta atau pegang tangan ini, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kalau saat ini kan masih dalam sitiasi Pandemi Covid-19, sehingga perlu untuk diperhatikan prokesnya saat berkunjung ke rumah yang satu ke rumah yang lain," jelasnya.

Dikatakan Isak, tradisi Peta merupakan budaya yang positif dan dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama umat, maupun masyarakat.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa: Atasi Konflik Papua Harus Dilakukan Humanis Melalui Pembinaan

"Budaya atau kebiasaan seperti ini yang harua dapat kita lestarikan secara baik, dan maknanya harus tetap terarah pada silaturahmi dan jalinan persaudaraan," tambahnya.

Sekadar diketahui, kebiasaan Jalan Peta atau Pegang Tangan, ialah suatu hal yang lumrah dilakukan oleh masyarakat Papua pada umumnya untuk berkunjung saat momen-momen perayaan semisal Natal.

Baca juga: Penanganan KKB, Kapolda : Personil Harus Bisa Menahan Diri

Biasanya, para anak-anak juga berjalan dengan kantong plastik untuk membawa barang-barag pemberian dari sang tuan rumah, saat bertamu Natal.

Kebiasaan yang telah menjadi budaya ini, tidak hanya terjadi di daerah perkampungan, tetapi juga masih terjadi di Kota Jayapura, (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved