Jumat, 8 Mei 2026

Sejarah

Mengenang Paus Benediktus VXI Diserang Wanita di Malam Natal 24 Desember 2009

Paus Benediktus XVI tengah berjalan di lorong Basilika Santo Petrus, Vatikan pada 24 Desember 2009. Seorang wanita berjubah merah menyerangnya.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Paus Benediktus XVI. (SHUTTERSTOCK) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Paus Benediktus XVI tengah berjalan di lorong Basilika Santo Petrus, Vatikan pada 24 Desember 2009.

Kala itu, ia hendak menyampaikan homili Malam Natal, lalu seorang wanita menyerangnya.

Wanita tersebut berusia 25 tahun dan diketahui memiliki masalah psikologi.

Mengutip The Guardian, Paus Benediktus tidak terluka dan masih mampu menyampaikan homili Malam Natalnya.

Dalam homilinya Benediktus mendesak dunia untuk "bangun" dari keegoisan juga urusan kecil dan menemukan waktu untuk Tuhan serta hal-hal rohani.

Baca juga: Tiga Hal Diingatkan Egy Maulana Vikri untuk Timnas Indonesia Hadapi Thailand di Final Piala AFF

Banyak video amatir yang menunjukkan wanita tersebut mengenakan kemeja merah.

Ia melompati penghalang kayu yang menutup lorong utama basilika dan bergegas menuju Paus Benediktus sebelum dikerumuni oleh pengawal.

Dia meraih jubah Paus Benediktus lalu menariknya. Benediktus segera jatuh setelahnya.

Wanita bernama Susanna Maiolo itu sebelumnya pernah mencoba melakukan hal yang sama saat Misa Tengah Malam Natal 2008.

Namun usahanya saat itu tidak berhasil karena berhasil dihalau. Maiolo telah dirawat di sebuah klinik di luar Roma sejak insiden itu.

Benediktus tampak agak goyah ketika dia mendekati kursinya yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus untuk menyampaikan homili. Ia akhirnya ditopang oleh seorang pelayan.

Baca juga: Thailand Kehilangan Bek Terbaik Saat Jumpa Timnas Indonesia di Final Piala AFF, Ini Sosoknya

Tapi dia kemudian merentangkan tangannya, memberkati orang banyak dan menyampaikan pidato 'Urbi et Orbi', yaitu bahasa Latin untuk 'Untuk kota (Roma) dan dunia' tanpa masalah.

Dia melanjutkan dengan ucapan Selamat Natal dalam 65 bahasa berbeda, yang mengundang sorakan dan nyanyian terus menerus dari kerumunan.

Pada Januari 2010, Paus Benediktus XVI bertemu dan memaafkan Susanna Maiolo.

Paus juga bertemu dengan keluarganya dalam audiensi pribadi, kata juru bicara Vatikan, Pendeta Federico Lombardi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved