Kamis, 23 April 2026

Papua Terkini

Presiden yang Pernah Ijinkan Bendera Bintang Kejora Berkibar di Papua, ini Kisahnya

Bintang Kejora sering dianggap sebagai simbol separatis dianggap oleh Mantan Presiden Gus Dur sebagai lambang kultural di Papua.

Editor: Ri
(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)
Pengunjuk rasa membawa bendera Bintang Kejora saat demo di Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUN-PAPUA,COM, - Bintang Kejora dan Presiden Abdul Rahman Wahid atau disapa  Gus Dur tidak akan terlepas dari sejarah pengibaran BK di Papua.

Dalam buku Gus Dur yang berjudul Islam Nusantara & Kewarganegaraan Bineka (2018), pada 20-22 November 1999, dihelat pertemuan yang melibatkan para pemimpin agama, pemimpin politik, pemimpin LSM, kaum muda, dan rakyat Papua.

Pertemuan yang dimediasi oleh Forum Rekonsiliasi Rakyat Irian Jaya (FORERI) ini menghasilkan pemikiran yang cukup lengkap dengan berbagai rumusan, salah satunya adalah aturan tentang pengibaran bendera Bintang Kejora.

Baca juga: Inilah Tanggapan Kyai yang Dikabarkan Tewas Usai Dibantai KKB di Papua

Pengibaran bendera Bintang Kejora, tulis Ahmad Suaedy, diatur harus berdampingan dengan bendera Merah Putih dan tempat-tempat pengibaran bendera tersebut harus didaftarkan secara tertulis.

Dikutip dari tulisan Aisah Putri Budiatri yang terhimpun dalam buku Menimbang Demokrasi Dua Dekade Reformasi (2019), Gus Dur kemudian mengizinkan berkibarnya bendera Bintang Kejora di tanah Papua semasa menjabat sebagai presiden. Pada 30 Desember 1999.

Gus Dur menggelar forum di Jayapura dengan mengundang perwakilan elemen masyarakat dan dihadiri oleh banyak warga.

Baca juga: Masih Ingat Martuani Sormin, Mantan Kapolda Papua: Nyaris Dikeluarkan Dari Sekolah, Ini Kisahnya

Dalam pertemuan ini, presiden menjawab semua pertanyaan, termasuk mengembalikan nama Papua yang selama rezim Orde Baru diganti dengan Irian Jaya.

Terkait pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua, presiden memperbolehkan. Hanya saja, Gus Dur meminta agar bendera Bintang Kejora dikibarkan lebih rendah dari bendera Indonesia, Merah Putih.

Baca juga: Sosok Nicolaas Jouwe Pendiri OPM, Namun Kini Mengakui Papua Bingkai dari NKRI

Bintang Kejora sering dianggap sebagai simbol separatis. Namun, oleh Gus Dur dinilai sebagai lambang kultural sehingga boleh-boleh saja dikibarkan di Papua dalam konteks simbol budaya, tak jauh beda dengan umbul-umbul atau spanduk yang dikibarkan dalam berbagai perayaan.

Mantan politisi Papua Barat, Clemens Runaweri, dalam film dokumenter berjudul The Land of the Morning Star (2011), juga punya pemaknaan khusus mengenai lambang Bintang Pagi atau Bintang Fajar alias Bintang Kejora.

Baca juga: Ini Prediksi  Ancaman yang Terjadi di Papua Tahun 2022 Nanti

menurutnya Bintang Pagi adalah bintang yang muncul di langit pada subuh sebelum matahari terbit.

Bintang Pagi ini dijadikan para nelayan sebagai penuntun.

Sebagai penunjuk arah ketika mereka di tengah lautan tanpa kompas navigasi. Bintang Fajar adalah harapan bagi nelayan yang sedang menanti datangnya pagi,

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved