Piala AFF 2020
Anak 'Nakal' dari Cigombong yang Bersinar di Piala AFF
Nama Ramai Rumakiek mulai menjadi buah bibir di kalangan sepakbola tanah air.
Banyaknya pujian yang ditujukan kepada Ramai Rumakiek, rupanya tidak mengejutkan bagi Thomas Madjar, pelatih SSB Batik, tempat Ramai Rumakiek menempa kemampuan sepak bolanya.
"Indonesia kaget, tapi saya tidak kaget," kata Thomas masih dikutip dari laman yang sama.
SSB Batik berada di lingkungan tempat tinggal Ramai Rumakiek di Perumahan Pemda II Kotaraja, Cigombong, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, sehingga sudah sejak dini ia masuk ke sekolah tersebut.
Menurut Thomas, Ramai mulai ikut berlatih sejak usia delapan tahun dan telah mengikuti berbagai turnamen.
Pada 2014, Ramai Rumakiek menjadi bagian dari SSB Batik yang menjuarai Danon Nation Cup Regional Papua.
Thomas melihat sosok Ramai sebagai pesepak bola yang memiliki berbagai kelebihan. Dominan menggunakan kaki kanan, Ramai memiliki kemampuan untuk mengeksekusi tendangan bebas dengan baik.
Selain itu, walau hanya memiliki tinggi badan 165 sentimeter, Ramai memiliki kemampuan duel udara di atas rata-rata.
Baca juga: Shin Tae-yong Klaim Indonesia Kalahkan Thailand
"Dia memang punya teknik tendangan bebas, dari kecil bakatnya sudah terlihat. Ramai punya fighting spirit yang tinggi,"
"Postur Ramai kecil tapi punya lompatan yang tinggi, timingnya untuk duel udara sangat bagus. Di tim Ramai selalu menonjol, punya kecepatan dan dribling yang bagus," sambung Thomas.
"Saya sebut dia 'si anjing gila' karena Ramai tidak pernah lelah dan tidak pernah menyerah," cetusnya.
Dari SSB Batik, Ramai Rumakiek kemudian masuk Persipura U-16 dan U-18.
Baru pada musim 2021, ia masuk tim senior Persipura di bawah asuhan Jacksen F Tiago.
Melonjaknya performa Ramai Rumakiek di Timnas Indonesia pun dipuji oleh Thomas, hanya ia juga mengingatkan Ramai bahwa ini baru awal karir profesionalnya sehingga masih terlalu cepat untuk berpuas diri.
"Saya rasa bangga karena saya punya jerih payah selama ini tidak sia-sia. Tapi jangan cepat puas, ini baru awal karier. Kalau mau lebih jauh, serius, jangan cepat puas karena pasti tenggelam dan itu bukan dongeng yang sudah banyak terjadi, harus rendah hati, jaga kedisiplinan," kata Thomas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29122021-ramai_rumakiek.jpg)