Breaking News:

Ejek Korban Rudapaksa yang Buat Laporan, Kasatreskrim Polres Boyolali Dicopot dan Diperiksa

Diduga lecehkan secara verbal seorang wanita yang sedang membuat laporan menjadi korban pemerkosaan, Kasatreskrim Polres Boyolali dicopot.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi polisi - Diduga lecehkan secara verbal seorang wanita yang sedang membuat laporan menjadi korban pemerkosaan, Kasatreskrim Polres Boyolali dicopot. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Diduga lecehkan secara verbal seorang wanita yang sedang membuat laporan menjadi korban pemerkosaan, Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin dicopot dari jabatannya.

Pencopotan tersebut dilakukan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi pada Selasa (18/1/2022).

"Terkait dengan oknum anggota polri di Polres Boyolali, hari ini juga saya perintahkan untuk dicopot, untuk dilakukan pemeriksaan terkait dengan etika profesi yang tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Jateng.

Baca juga: Motif Ibu Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Sawah Dibantu Ibu, Ngaku Malu Lahiran Jelang Nikah

Baca juga: Gara-gara Uang Pinjaman Bank, Seorang Anak di NTT Hajar Ayahnya hingga Babak Belur

Bahkan sejumlah anggota Polres Boyolali akan diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jateng terkait kasus itu.

"Hari ini satu orang yang kita periksa. Kemudian 4 orang saksi sudah kita bawa ke sini (Polda). Nanti akan kita proses sesuai dengan jenjang kepangkatan maupun pelanggaran yang dilakukan oleh anggota itu sendiri. Yang jelas perintah saya copot hari ini juga," tegas Luthfi.

Pengakuan Korban

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita berinisial R (28), mendatangi Polres Boyolali untuk melapor kasus dugaan pemerkosaan yang dialaminya.

R mengaku menjadi korban pemerkosaan seorang oknum anggota polisi di Polda Jateng.

Namun, saat bertemu dengan Kasatreskrim AKP Eko, korban terkejut mendengar ucapan yang membuatnya sakit hati dan terpukul. 

"Petugas di sana menjelaskan apa yang saya alami. Dia (Kasatreskrim) bilang, 'lha piye penak?' Saya terus down, saya dapat kejadian seperti itu ditambah kata-kata tidak enak dari Bapak Kasatreskrimnya, saya keluar," kata R.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Kamar Kos, Ngaku Sakit Hati karena Disuruh Cari Kerja

Sementara itu, kuasa hukum korban, Hery Hartono, kasus itu berawal ketika kliennya pada Senin (10/1/2022) sekitar pukul 05.30 WIB didatangi seorang pria yang mengaku dari Polda Jateng.

Saat itu, kliennya melihat pria tersebut menunjukkan kartu identitas anggota polisi. Lalu, pria itu mengaku kedatangannya untuk membantu suami R keluar dari penjara karena kasus perjudian di Polres Boyolali.

"Korban dibawa pergi ya ikut saja karena takut suaminya sedang bermasalah. Mungkin ada yang mau menolong dia iyani saja ikut dibawa sampai ke Polres Boyolali. Di situ masuk entah dengan trik bagaimana. Terus keluar ke Polda," kata dia dikonfirmasi, Selasa (18/1/2022).

Menurut Hery, kliennya diduga diperkosa di salah satu hotel Bandungan, Kabupaten Semarang. Lalu, R berhasil melarikan diri setelah pria itu tertidur pulas usai pesta miras. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved