Selasa, 19 Mei 2026

Berenang 27 Jam setelah Tersapu Tsunami Tonga, Pria Ini Dijuluki 'Aquaman'

Seorang korban tsunami di Tonga, pada Sabtu 15 Januari lalu bernama Lisala Folau (57) mengaku berenang sekitar 27 jam saat tersapu air.

Tayang:
(NZ DEFENCE FORCE via TWITTER)
Gambar udara Tonga setelah erupsi gunung berapi dan tsunami, diambil Pesawat Orion Angkatan Udara Selandia Baru yang meninggalkan Auckland pada Senin (17/1/2022) pagi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang korban tsunami di Tonga, pada Sabtu 15 Januari lalu bernama Lisala Folau (57) mengaku berenang sekitar 27 jam saat tersapu.

Atas aksinya itu, ia disebut-sebut sebagai real life Aquaman (tokoh superhero fiksi dari DC) di kehidupan nyata.

Kisah keberanian Folau menjadi viral di akun Facebook dan berbagai media sosial lainnya di Tonga.

"Real life Aquaman", tulis seseorang di Facebook.

"Legenda," bunyi unggahan lainnya sebagaimana dilansir Antara.

Baca juga: Amati Timnas Laga Uji Coba dengan Timor Leste, Shin Tae-yong: Sebenarnya Saya Punya Tujuan

Baca juga: Pengakuan Nakes yang Suntik Vaksin Kosong ke Siswi SD: Saya Mohon Maaf

Erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai pada 15 Januari menelan sedikitnya tiga korban jiwa, menyebabkan tsunami, menghancurkan desa, resor, dan banyak bangunan.

Bencana tersebut juga memutus jaringan komunikasi di negara berpenduduk sekitar 105.000 jiwa itu.

Folau adalah warga yang tinggal di Atata, pulau kecil terisolasi yang penduduknya berjumlah sekitar 60 orang.

Dirinya tersapu ke perairan saat gelombang menghantam daratan pada Sabtu sekitar pukul 19.00, waktu setempat.

Saat diwawancarai kantor media Tonga Broadcom Broadcasting, Folau mengatakan awalnya dia sedang melukis.

Saudaranya lantas berteriak dan memberitahu bahwa ada tsunami. Sekejap kemudian, tiba-tiba gelombang menerjang ruangan tempatnya bersantai.

Baca juga: Serda Miskel Gugur dalam Aksi Berencana KKB, Polda Papua Barat Minta Warga Maybrat Bantu TNI-Polri

Folau berupaya memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Namun saat hendak turun, gelombang kembali menyapu dirinya.

“Saya mengambang begitu saja, terbanting-banting oleh gelombang besar yang terus berdatangan,” katanya kepada stasiun radio itu.

Folau mengaku dirinya terus mengambang kemudian perlahan-lahan berhasil berenang sejauh 7,5 kilometer ke pulau utama, Tongatapu.

Dia akhirnya berhasil menjangkau pantai setelah 27 jam, sekitar pukul 22.00 pada Minggu 16 Januari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved