Hukumk & Kriminal

221 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Ditangani Polisi di Papua

Polda Papua dan Polres jajarannya telah menyelesaikan 85 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sementara 130 kasus yang sama masih disidik.

Tribun-Papua.com/Tribun Network
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebanyak 221 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ditangani Subdit IV Remaja anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Papua dan jajarannya, sejak Januari hingga Juni 2021.

Adapun rinciannya; kekerasan terhadap anak (fisik dan psikis) sebanyak 54 kasus, persetubuhan 58 kasus, pencabulan 23 kasus, pemerkosaan 11 kasus, penganiayaan 53 kasus, pengeroyokan 4 kasus, penelantaran 6 kasus dan perzinahan 12 kasus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebagian Tubuh Damianus Ditemukan dari Mulut Buaya Mimika Papua

Polda Papua dan Polres jajarannya telah menyelesaikan 85 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sementara 130 kasus yang sama masih dalam penyidikan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pihaknya berupaya mengedepankan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Dipecundangi Australia 18 - 0, Timnas Putri Indonesia Telan Rekor Kekalahan Terbesar

"Masyarakat atau korban diminta untuk segera melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami atau yang terjadi di sekitarnya," ujar Kamal dalm rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (22/1/2022).

Setiap Kantor Polisi memiliki Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang khusus melakukan penanganan kejahatan atau kekerasan terhadap perempuan serta anak.

Baca juga: 310 Personel Gabungan Terjun Amankan Pelaksanaan PSU Pilkada Yalimo Papua

"Jangan takut atau ragu untuk melaporkan Kasus kekerasan perempuan dan anak," pesannya.

Kamal menambahkan, Unit PPA juga bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Nasional Perempuan, dan lembaga lainnya untuk melakukan pendampingan baik penanganan kasus, maupun psikologis korban. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved