Papua Terkini

BEM Uncen Minta 8 Mahasiswa yang Ditahan Akibat Kibarkan Bintang Kejora Segera Dibebaskan 

Polda Papua menetapkan delapan pelaku pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, sebagai tersangka makar.

Tribun-Papua.com/Istimewa
BEM Uncen saat memberikan keterangan terkait 8 mahasiswa yang ditahan Polda Papua akiibat pengibaran bendera Bintang Kejora di Kota Jayapura pada Desember lalu. Mereka meminta Polda Papua segera membebaskan mahasiswa yang disangkakan Makar. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) meminta pihak kepolisian segera membebaskan delapan mahasiswa yang ditangkap pada 1 Desember 2021.

Ketua BEM Uncen Salmon Wantik mengatakan, salah satu bentuk kemunduran demokrasi  dan lemahnya hukum negara ini adalah terjadi pembungkaman ruang berekpresi dan kriminalisasi terhadap aktivis kemanusian.

Termasuk dialami mahasiswa dan semua lapisan masyarakat yang berdiam dalam negara Republik Indonesia. 

Baca juga: Ignatius Yogo yang Fokus Tangani KKB Papua Jadi Komandan Kodiklat TNI AD, Kini Berpangkat Letjen

"Kami minta agar Pemerintah Indonesia  segera hentikan kriminalisasi dan pembukaman demokrasi yang dilakukan melalui Kepolisian Republik Indonesia," kata Salmon Wantik kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, Senin (24/1/2022).

Kata dia, seluruh pihak mempunyai tanggunjawab menjaga dan mengembalikan demokrasi sesuai Undang-undang yang berlaku.

"Sebagai imbas daripada mundurnya demokrasi, saat ini ada beberapa mahasiswa dan aktivis kemanusian sedang di tahan rumah tahanan Polda Papua," ujarnya. 

Baca juga: Lukas Enembe Tiba di Jayapura, Jubir: Jangan Ada Lagi Bangun Opini Kesehatan Beliau

"Kepolisan harus bebaskan 8 mahasiswa yang ditangkap di GOR Cenderawasih Kota Jayapura pada tanggal 1 Desember 2021 lalu." 

Menurutnya, dari depalan orang itu, dua di antarnya sedang mengalami sakit serius.

Mereka yang sakit harus dapat penanganan pelayanan kesehatan.

"Jika sampai hari ini pihak kepolisian tidak memberikan dua orang tersebut untuk berobat, berarti secara sengaja membatasi hak seorang warga negara atas pelayanan kesehatan," ujarnya.

"Ini sudah lebih 40 hari di rumah tahanan Polda Papua. Segera berikan pelayanan kesehatan pada dua orang yang lagi sakit di balik jeruji besi itu. Polda hentikan lakukan kriminalisasi terhadap mahasiswa di Papua," tegasnya.

Baca juga: Jadi Lelaki, Aprilio Manganang Segera Punya Istri: Banjir Selamat Baru Lamar Kekasih Cantik

Wantik juga meminta Polda Papua menghentikan tindakan-tindakan represif yang mempersempit dan membungkam demokrasi mahasiswa, aktivis dan masyarakat di seluruh tanah Papua

"Harapan kami polisi tidak hadir sebagai musuh di tengah masyarakat, tetapi lebih mengedepan 3M (Melayani, Melindungi dan Mengayomi) masyarakat."

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved