Jumat, 24 April 2026

Nasional

Legislator Golkar: Jangan Korbankan Rakyat Demi IKN!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tetap mengutamakan program-program kerakyatan yang ada di Kementerian PUPR

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA-  Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady mengingatkan Menteri PUPR Basuki agar tetap mengutamakan program-program kerakyatan yang ada di Kementerian PUPR, jika nantinya pemerintah melakukan refocusing angggaran untuk biayai Ibu Kota Negara (IKN).

"Jangan sampai kalau terjadi refocusing itu mengurangi program dari aspirasi anggota, mungkin ada hal-hal yang dikorbankan dengan lain, tetapi tidak korbankan untuk kepentingan rakyat banyak," tuturnya.

"Saya ingatkan pak menteri apabila terpaksa yang jadi refocusing, jangan sampai dikorbankan hal-hal bekaitan kepentingan rakyat umum karema sama-sama penting," sambung Hamka.

Baca juga: Butuh Lebih dari Rp 10 Triliun, Berapa Besar Anggaran Bangun Ibu Kota Baru Tahun Ini?

Diketahui, Kementerian PUPR mengajukan anggaran Rp 46 triliun ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara, Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk periode 2022-2024, saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Saat rapat tersebut, Anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady mengatakan pembangunan IKN dilakukan secara bertahap, dan memang diketahui pemerintah belum ada anggarannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kontak Tembak Pecah di Gome Puncak Papua, Dua Prajurit TNI Gugur

Baca juga: Aktivitas Kepariwisataan Lesu, Kemenparekraf: Pendapatan Devisa Pariwisata Turun hingga 50 Persen

"Saya anggota Pansus IKN, setahu saya memang belum ada anggarannya. Kemarin dalam pembahasan Pansus, tahun 2022 itu hanya butuh Rp 12 triliun sebenarnya, karena tahapannya masih panjang," kata Hamka.

Hamka mengingatkan Menteri Basuki agar tetap mengutamakan program-program kerakyatan yang ada di Kementerian PUPR, jika nantinya pemerintah melakukan refocusing angggaran untuk biayai IKN.

Baca juga: Tiket Garuda Indonesia Mahal? Ini Penjelasan Erick Thohir

"Jangan sampai kalau terjadi refocusing itu mengurangi program dari aspirasi anggota, mungkin ada hal-hal yang dikorbankan dengan lain, tetapi tidak korbankan untuk kepentingan rakyat banyak," tuturnya.

"Saya ingatkan pak menteri apabila terpaksa yang jadi refocusing, jangan sampai dikorbankan hal-hal bekaitan kepentingan rakyat umum karema sama-sama penting," sambung Hamka. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved