Hukum & Kriminal

Oknum Mahasiswa Cabul di Jayapura Terancam 15 Tahun Bui

MN disangkakan pasal terkait tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Tribun-Papua.com/Istimewa
Oknum mahasiswa cabul inisial MN saat diserahkan ke pihak Kejaksaaan Negeri Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Jayapura Kota menyerahkan seorang tersangka berinisial MN (24) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry M Bawiling mengatakan, penyerahan MN ke Kejaksaan Negeri Jayapura setelah berkas perkaranya atas tindak pidana pencabulan dinyatakan lengkap atau P21.

Baca juga: Pesan VIP Room Rp 11 Juta Namun Tidak Dibayar, PA Terancam 4 Tahun Bui

"MN sebelumnya disidik berdasarkan laporan polisi nomor : LP / 1216 / X / 2021 / Papua / Res Jpr Kota tanggal 09 Oktober 2021 tentang tindak pidana Pencabulan yang dilakukannya terhadap korban seorang anak perempuan berumur 6 tahun d iseputaran Distrik Heram," ungkap Handry saat di hubungi Tribun-Papua.com, Sabtu (29/1/2022) siang.

MN sendiri merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Jayapura

Pelaku diserahkan bersama barang bukti ke JPU.

Baca juga: Dalang Penyerangan Pos TNI di Puncak Papua Diungkap, Irjen Mathius Fakhiri: Lekagak Telenggen

"Barang bukti yang diserahkan berupa satu lembar baju kaos, satu lembar celana pendek dan satu lembar celana dalam milik korban. Untuk diketahui kelakuan bejat tersangka MN dilakukan sudah lebih dari satu kali," bebernya.

Handry menegaskan, MN disangkakan pasal terkait tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Baca juga: 3 Prajurit Gugur di Puncak Papua, Panglima TNI: Tidak Ada Provokasi, Justru Kami yang Diserang

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E, Jo pasal 82 ayat (1) UU RI , No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, Jo UU Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 , tentang perlindungan menjadi UU dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved