Senin, 4 Mei 2026

Hari Lahan Basah

Hari Lahan Basah se-Dunia, Wabup Merauke: Jadikan Ramsar Site Taman Nasional Wasur Mendunia 

Riduwan berharap kepada semua komponen atau penghuni wilayah Merauke untuk tetap melestarikan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Wasur.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
HARI LAHAN BASAH - Wakil Bupati Kabupaten Merauke H Riduwan, saat menandatangani komitmen terhadap Taman Nasional Wasur sebagai Ramsar Site atau situs lahan basah, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Wakil Bupati Merauke H. Riduwan menyampaikan komitmen pihaknya untuk mengenalkan Ramsar Site Taman Nasional Wasur mendunia. 

Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahan Basah se-Dunia atau World Wetlands Day, di Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (2/2/2022).

"Taman Nasional Wasur ini merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai bagi masyarakat Papua, khususnya untuk empat suku yang mendiami daerah ini," ujar Riduwan. 

Baca juga: Kapolres Sorong Kota Dinilai Lalai Tangani Bentrok, Polda Papua Barat Diminta Lakukan Pemeriksaan

Baca juga: Hari Lahan Basah se-Dunia 2022, 4 Suku di Kawasan Taman Nasional Wasur Papua Diapresiasi

Ia berharap kepada semua komponen atau penghuni wilayah Merauke untuk tetap melestarikan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Wasur. 

"Kemudian yang perlu menjadi penegasan, yakni dibuatkan komitmen ini bersama-sama, supaya anak cucu kita masih bisa melihat Kangguru, Burung Cenderawasih, Walabi dan satwa endemik lainnya," pintanya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengapresiasi Balai Taman Nasional Wasur yang telah berperan mengelola daerah tersebut.

"Selain itu pula, bagi masyarakat adat serta aparat TNI yang membantu sama-sama menjaga eksistensi Taman Nasional Wasur sebagai daerah konservasi," jelasnya. 

Ia prihatin dengan penerapan budaya yang keliru, karena masih memanfaatkan bulu Burung Kasuari, dan Burung Cenderawasih sebagai aksesoris dan dijual bebas. 

Baca juga: Pisah Sambut, Pangkostrad Mayjen Maruli Simanjuntak dan Jenderal Dudung Cium Pataka Matra

"Hal ini harus butuh komitmen kita bersama-sama agar, semua menjadi paham akan perlindungan satwa kita, kita punya Wasur ini cerminan dari Kabupaten Merauke, karena kondisinya masih terjaga," sambungnya. 

Merespon Taman Nasional Wasur yang ditetapkan sebagai Ramsar Site sejak 16 Maret 2006, Riduwan mengimbau agar eksistensi lahan basah perlu menjadi perhatian semua pihak. 

"Lahan basah yang kita miliki telah diakui, dan kita berupaya agar pelestariannya juga dapat membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dari sisi pariwisata," tandasnya. 

Riduwan mengajak semua pihak agar sama-sama berkomitmen untuk dapat menjadikan Taman Nasional Wasur, bisa dikenal dunia dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Merauke

Dalam peringatan Hari Lahan Basah tersebut, juga dilakukan penandatangan terkait dukungan terhadap Taman Nasional Wasur sebagai Ramsar Site atau situs lahan basah dari berbagai stakeholder.

Baca juga: Gedung Diskotek Double O Sorong Tak Memenuhi Standar Keselamatan, BPBD: Tak Ada Jalur Evakuasi

Di antaranya, Wakil Bupati Merauke, Dandim 1707 Merauke, Danlanud Merauke, Danlantamal XI Merauke, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan masyarakat adat dan lainnya.

Sekadar diketahui, tema Hari Lahan Basah se-Dunia 2022 ialah Value, Manage, Restore, dan Love Wetlands.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved