Covid 19 Papua
Covid-19 Mengganas, SD YPPK Bonaventura Proteksi Murid dengan Prokes
SD YPPK Bonaventura di Sentani Kabupaten Jayapura, tak lengah dan memproteksi murid dengan prokes menyusul angka Covid-19 melambung.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menyikapi kasus aktif Covid-19 yang mengalami lonjakan di Kota Jayapura, pihak SD YPPK Bonaventura di Sentani Kabupaten Jayapura, tak lengah dan memproteksi murid dengan prokes.
Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SD YPPK Bonaventura Sentani Papua Veronika Bulu Mangu, kepada Tribun-Papua.com di ruang kerjanya Kamis (3/2/2022).
Baca juga: Perhimpunan Dokter Paru: Anak-anak Jangan PTM Dulu, Tunggu Covid-19 Terkendali
"Kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang terjadi di Kota Jayapura, untuk itu di sini (SD YPPK Bonaventura), kami tetap melindungi murid dengan prokes ketat," jelasnya.
Dikatakan Veronika, pihaknya telah menyediakan tempat pencuci tangan, alat pengukur suhu, handsanityzer, serta mewajibkan siswa mengenakan masker.
"Kemudian kalau kebiasaan yang berubah, saat pagi anak-anak datang, orangtuanya antar ke depan pagar, anaknya saja yang masuk, kalau sebelum pandemi kebiasaan kami ialah anak-anak memberikan salam, tetapi sejak Covid-19, mereka hanya ucapkan salam, tundukkan kepala, dan tangan di dada," urainya.
Khusus untuk fasilitas tempat cuci tangan, tersedian di depan ruangan kelas, sehingga sebelum masuk memulai pembelajaran, semuanya harus telah steril.
Baca juga: Shin Tae-yong Inginkan Pemain Persebaya Gabung Timnas, Aji Santoso Tawarkan Syarat Ini
"Ada sekiranya 16 unit tempat pencuci tangan yang disediakan, ini tentunya merupakan bentuk usaha kita agar terlindungi dari Covid-19," jelasnya.
Kemudian, konsumsi anak-anak juga diimbau secara mandiri dibawa dari rumah, dan telah disosialisasikan kepada orangtua murid.
"Dalam minggu ini, semua peserta didik tstap masuk dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM), karena ini belim ada arahan juga dari pihak terkait, mengingat di Kota Jagapura juga kan kasua Covid-19 sudah mulai naik," tuturnya.
Baca juga: Kasus Naik, Presiden Jokowi Minta Evaluasi PTM
Disebutkannya, pembelajaran tatap muka terbatas yang diterapkan pihaknya dibuat dalam beberapa gelombang, dan telah dimulai sejak akhir Oktober 2021 lalu.
"Jadi untuk gelombang 1 itu masuk hari Senin, Rabu, dan Jumat, kemudian gelombang kedua yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu, dan ini baru berjalan satu pekan semuanya dibolehkan masuk belajar seperti biasa," tambahnya.
Terakhir, dirinya berharap agar Covid-19 dapat ditangani dengan baik oleh Pemerintah dan disadari oleh masyarakat serta semua pihak, agar dapat menjadi perhatian serius untuk menemukan solusi yang terbaik, khususnya dalam dunia pendidikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/03022022-anak_sekolah.jpg)