Covid 19 Papua
Covid-19 Melambung, Ini Saran Luhut ke Lansia
Luhut meminta lansia di atas 60 tahun yang belum melakukan vaksinasi dan memiliki komorbid untuk tidak keluar rumah dalam dua minggu.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Lonjakan kasus Covid-19 kembali melanda Indonesia. Hal ini membuat Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara.
Luhut pun meminta lansia di atas 60 tahun yang belum melakukan vaksinasi dan memiliki komorbid untuk tidak keluar rumah dalam dua minggu hingga sebulan ke depan.
Hal itu perlu guna mencegah penyebaran Covid-19 di tengah merebaknya varian Omicron saat ini.
Baca juga: Covid-19 Kembali Marajalela, Lanud Silas Papare Gelar Vaksinasi Booster
"Saya usul dua minggu sampai sebulan ke depan untuk orang-orang yang saya sebut tadi, kriteria 60 tahun ke atas, eloknya tinggal di rumah dahulu, sementara," kata Luhut dikutip dari laman Kompas.com, Minggu (6/2/2022).
Luhut yang juga selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan saat ini kasus Covid-19 meningkat.
Dia meminta masyarakat tidak perlu panik lantaran data pemerintah menunjukkan bahwa perawatan akibat varian baru itu relatif singkat.
"Buat teman-teman yang umurnya 60 tahun ke atas dan belum divaksin serta punya komorbid, saya sarankan jangan keluar dari rumah," ujarnya.
Luhut yang kini tercatat berusia 74 tahun ini menegaskan, jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 umumnya merupakan orang-orang yang belum divaksin lengkap, berusia di atas 60 tahun dan memiliki komorbid.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Abepura Tak Ada yang Terpapar Covid-19, Kalapas: Kuncinya Taat Prokes
Luhut juga meminta agar masyarakat tidak menganggap enteng varian Omicron karena gejalanya yang ringan dan perawatannya yang singkat.
"Akan tetapi, tidak boleh nganggap enteng Omicron karena virus ini juga bisa merusak tubuh kita," katanya.
Bahaya Omicron
Luhut pun mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap. Saran Luhut ini tentu ada alasan.
Baca juga: Bupati Romanus Sebut Kasus Covid-19 di Merauke Mengalami Peningkatan
Kasus virus varian Omicron meski bergejala ringan justru bisa menyebabkan kematian lantaran virus ini menyerang kepada masyarakat yang tidak melengkapi vaksinasi, tidak melakukan vaksin sama sekali, komorbid, serta lanjut usia.
"Jadi Anda yang belum divaksin, Anda sasaran cukup hebat dari Omicron ini. Jadi kalau terjadi apa-apa dengan ini, Anda sendiri yang bertanggung jawab dengan diri sendiri," kata Luhut.
Sementara itu, kasus kematian harian akibat virus varian Omicron di Jawa dan Bali, kata Luhut, juga meningkat didorong oleh penyebaran dari DKI Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Luhut-Binsar-Pandjaitan-memaparkan-strategi-penanganan-kasus-Covid.jpg)