Selasa, 21 April 2026

Sejarah

Pace, Mace, Ini Sejarah Kota Jayapura yang Pernah Bernama Hollandia

Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, yang terletak di ujung timur Indonesia Kota Jayapura memiliki luas 940 km2.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Pemandangan Kota Jayapura dilihat dari Bukti Jayapura City yang terletak di atas ketinggian 200 meter dari permukaan laut atau tepatnya di Jalan Pemancar, Polisi Militer Mac Arthur (Polimak) 1, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. 

Sehingga, kesinambungan sejarah kawasan kota seolah terputus akibat pengendalian perkembangan yang kurang memperhatikan aspek morfologi kawasan.

Kota Jayapura terbentuk pada 1910 dengan nama Hollandia. Berdasarkan, besleit (surat keputusan) Gubernur Hindia Belanda No 4 tanggal 28 Agustus 1909.

Kota Jayapura masuk dalam pemerintahan Belanda dengan fungsi awal, yaitu untuk mengatur strategi perang pada masa itu (PD-II) oleh tentara Hindia Belanda.

Baca juga: BUKIT JOKOWI: Destinasi Wisata di Jayapura dan Presiden Joko Widodo

Saat itu, kota tersebut sebagai wilayah pertahanan militer dan wilayah pemerintahan. Sebagian, wilayah lainnya digunakan sebagai permukiman, sarana sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Kota Jayapura memiliki dua pusat kota yang merupakan pusat pertumbuhan, yaitu Kecamatan Abepura dan Kecamatan Jayapura Utara.

Terbentuknya dua kota ini tidak telepas dari sejarah Kota Jayapura. Dimana sebelumnya, dua kota tersebut merupakan pusat Kota Hollandia yang ditetapkan oleh pemerintah Belanda dan pasukan sekutu.

Baca juga: Pengelola Bukit Jokowi: Saya Utamakan Kenyamanan Pengunjung

Sebelumnya, dua tersebut awalnya bernama Hollandia Binnen yang sekarang menjadi Abepura dan Hollandia Haven yang sekarang menjadi Jayapura Utara.

Dulu, Hollandia Binnen (Abepura) merupakan area pusat administratif sekutu (Amerika Serikat).

Bukit Jokowi menjadi satu diantara destinasi wisata di Kota Jayapura, Papua.
Bukit Jokowi menjadi satu diantara destinasi wisata di Kota Jayapura, Papua. (Istimewa)

Wilayah tersebut kembali ditempati sebagai pusat pemerintahan Belanda pada akhir Perang Dunia ke II pada 1946. Pada 1958, pemerintah Belanda memindahkan pusat pemerintahan ke Hollandia Haven (Jayapura Utara).

Keberadaan kedua wilayah yang pernah menjadi pusat aktivitas pada masa pemerintah Belanda menghasilkan pusat area perkotaan di Kota Jayapura.

Jayapura Hari Ini

Seiring perjalanannya waktu, aktivitas yang sebelumnya hanya terpusat di dua kecamatan tersebut merambah ke wilayah di sekitarnya, seperti Jayapura Selatan dan Kecamatan Heram.

Baca juga: Usung Konsep Ornamen Khas Papua, Ini Penampakan Rumah Laut Cafe dan Resto

Proses perkembangan morfologi keempat kecamatan tersebut melalaui proses organis. Dimana, proses organis adalah proses yang tidak direncakan dan berkembang sedang sendiri mengikuti bentang alamnya.

Sebagai ibu kota Provinsi Papua, Kota Jayapura memiliki beragam fungsi, yaitu pusat pemerintahan, perekonomian, perdagangan, industri, pariwisata, dan pendidikan.

Topografi dan Iklim

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved