Sejarah
Pace, Mace, Ini Sejarah Kota Jayapura yang Pernah Bernama Hollandia
Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, yang terletak di ujung timur Indonesia Kota Jayapura memiliki luas 940 km2.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, yang terletak di ujung timur Indonesia. Diketahui, Kota Jayapura memiliki luas 940 km2.
Kota ini merupakan kota terkecil dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Papua.
Kota Jayapura merupakan satu-satunya wilayah administrasi di Provinsi Papua yang berstatus sebagai kotamadya.
Baca juga: Kadis Pariwisata Soroti PAD Kota Jayapura hingga Masalah Sampah di Objek Wisata
Kota ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini, yang terletak di teluk Jayapura. Kota Jayapura didirikan oleh Kapten Infanteri F J P Sachse dari kerajaan Belanda pada 7 Maret 1910.
Mengutip dari laman wikipedia, dari tahun 1910 ke 1962, kota ini dikenal sebagai Hollandia dan merupakan ibu kota distrik dengan nama yang sama di timur laut pulau Papua bagian barat.
Kota ini sempat disebut Kota Baru dan Sukarnopura (Sukarnapura, 1964) sebelum menyandang nama yang sekarang pada tahun 1968.
Arti literal dari Jayapura, sebagaimana kota Jaipur di Rajasthan, adalah 'Kota Kemenangan' (bahasa Sanskerta: jaya yang berarti "kemenangan"; pura: "kota").
Pada pertengahan tahun 2021, jumlah penduduk Kota Jayapura sebanyak 362.998 jiwa.
Baca juga: Pantai Hamadi, Simpan Sejarah dan Objek Wisata Alam
Sejarah Kota Jayapura
Kota Jayapura telah lama bersentuhan dengan dunia luar. Hal tersebut ditunjukkan dengan, adanya orang-orang yang pernah singgah di Tanah Papua.
Salah satunya, Ynico Ortis de Fretes, orang berkebangsaan Spanyol. Dengan kapalnya yang bernama "San Juan", Ynico berlayar pada 16 Mei 1545 dari Tidore ke Meksiko.
Dalam perjalanan tersebut, rombongan Ynico tiba di sekitar muara sungai Mamberano pada 16 Juni 1545.
Baca juga: Pantai Base G Jayapura Papua, Bagian Penting Masa Perang Dunia II
Ynico memberikan nama Nova Guinea pada tanah Papua. Kota Jayapura merupakan salah satu kota yang mengalami perubahan fisik yang cukup besar, sejak pemerintahan Belanda.
Kota Jayapura sempat direbut Jepang pada 1942 dan dijadikan basis pertahanan Amerika Serikat pada Perang Dunia ke II tahun 1944.
Namun, bentuk dan kekhasan yang ditinggalkan pada saat zaman Belanda telah tergerus oleh perubahan sosial - budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/22012022-jayapura_city-1.jpg)