ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Adik Prabowo Tolak Jual Lahan Hutan Miliknya untuk Proyek IKN: Saya Mau Buat Konservasi Satwa Liar

Adik Menhan Prabowo, Hashim Djojohadikusumo tidak bersedia menjual lahan miliknya untuk proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara.

TRIBUNNEWS/ABRAHAMDAVID
Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo 

TRIBUN-PAPUA.COM - Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyatakan tidak bersedia menjual lahan miliknya untuk proyek pembangunan ibu kota baru atau ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Hashim diketahui memang memiliki tanah dan konsensi hutan di Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikannya untuk menjawab tudingan bahwa perusahaan miliknya, Arsari Group, mendapatkan beberapa proyek yang akan dikerjakan di kawasan dekat ibu kota baru.

"Saya tidak ada rencana untuk memberikan ke Pemerintah. Saya mau jelaskan, mungkin masih ada salah paham yang saya lihat," ujar Hashim dikutip dari Kompas TV, Rabu (9/2/2022).

Hashim memiliki 173.000 hektare lahan hutan di Kalimantan Timur.

Baca juga: Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru di Kalimantan

Ia mengaku berencana melakukan penghijauan di lahan yang dimilikinya.

"Rencana saya adalah untuk kembangkan lahan-lahan itu, saya sudah lama punya rencana untuk melakukan penanaman kembali atau reboisasi secara tumpang sari sebagian dari 173.000 hektare," sebutnya.

"Waktu saya beli 120.000 hektare waktu itu hutan rusak, terdegradasi. Sisanya 50.000 hektare hutan bagus. Saya merawat dan menjaga sebagai tempat konservasi," jelas Hashim.

Di lahan hutan tersebut, ia juga berencana ingin membangun kawasan konservasi satwa liar.

Sebab menurut Hashim, di lokasi tersebut banyak terdapat hewan-hewan yang dilindungi, termasuk orang utan.

"Saya punya rencana untuk bikin suatu kawasan hutan konservasi satwa liar, seluas 19.000 hektare di dalam hutan itu. Termasuk untuk orang utan, kera atau monyet loncat lainnya, beruang madu, rusa, dan juga termasuk sejumlah badak yang terdapat di Kalimantan Timur," terang dia.

Baca juga: Mulai 2022 Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipangkas, Biayai Bangun Ibu Kota Negara

Menurut Hashim, ada sekitar 400-500 orang utan dewasa dan anak-anak yang berada di hutan konservasi miliknya dalam area seluas 50.000 hektare.

Oleh karenanya, Hashim membantah tudingan dari masyarakat sipil yakni JATAM Nasional, JATAM Kalimantan Timur, WALHI Nasional, dan Walhi Kalimantan Timur, yang menyebut dirinya merupakan salah satu oligarki penguasa tanah di IKN Nusantara.

"So itu tujuan saya adalah untuk kembangkan hutan," tegas Hashim.

Meski begitu, ia tidak menampik kemungkinan akan bekerja sama dengan Pemerintah dalam proyek IKN Nusantara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved