ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Nasional

Mulai 2022 Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipangkas, Biayai Bangun Ibu Kota Negara

Namun, hanya KL terkait program bangun IKN yang anggarannya dipangkas untuk membiayai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) mulai 2022

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
istimewa
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, anggaran kementerian dan lembaga (KL) akan mengalami refocusing dan akan dipangkas untuk membiayai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) mulai 2022.

Namun, hanya KL terkait program bangun IKN yang anggarannya dipangkas.

"Di 2022 ini, tentunya kami akan mendorong refocusing di tempat mereka masing-masing yang masih bisa relevan untuk IKN. Kita dorong ke sana untuk menjadi anggaran pembangunan IKN," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Selasa (25/1/2021).

Baca juga: Legislator Golkar: Jangan Korbankan Rakyat Demi IKN!

Dia menjelaskan, karena tahun ini mungkin belum terlalu besar dari sisi dana pembangunan IKN, maka diperkirakan di 2023 dan 2024 mulai meningkat besarannya.

Dia mengungkapkan, Kementerian Keuangan saat menyusun APBN tahun 2022 belum memasukan rencana membangun IKN.

"Pada saat kita menyusun APBN di 2022, kepastian untuk IKN ini kan belum. Kita bahkan mengajukan RUU IKN-nya sendiri di setelah RUU APBN 2022 diketok," katanya.

Baca juga: Butuh Lebih dari Rp 10 Triliun, Berapa Besar Anggaran Bangun Ibu Kota Baru Tahun Ini?

Dia menceritakan, RUU APBN 2022 disahkan untuk pengesahan di September 2021, tapi pembahasan RUU IKN beberapa pekan setelahnya.

"Akhir September 2021, kita putuskan menyetujui RUU APBN 2022. Kemudian, IKN dimajukan kira-kira 2 pekan sampai 3 pekan kepada DPR, serta pembahasan juga baru Desember 2021," tutur Isa.

Baca juga: Tiket Garuda Indonesia Mahal? Ini Penjelasan Erick Thohir

Karena itu, pemerintah tidak menyampaikan atau mengusulkan satu anggaran yang secara eksplisit disebut sebagai anggaran IKN di 2022.

"Sementara untuk 2023, rasanya akan lebih eksplisit. Hal itu akan dilakukan dengan menganggarkan secara khusus beberapa kegiatan, yang nanti di tingkat detailnya bisa kita lihat kaitanya dengan pembangunan IKN," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved