Sabtu, 25 April 2026

Covid 19 Papua

Penularan Omicron Lebih Cepat, Ini Himbauan Jubir Satgas Covid-19 Papua

Jubir Satgas Covid Papua, dr Silwanus Sumule mengatakan perbedaan utama Omicron dengan varian Covid-19 lainnya adalah pennularan lebih cepat.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Silwanus Sumule, saat menjadi narasumber dalam Program Papua Corner yang ditayangkan Tribun Papua pada Senin (7/2/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid Papua, dr Silwanus Sumule mengatakan perbedaan utama Omicron dengan varian Covid-19 lainnya adalah penularan lebih cepat dan banyak.

“Jadi dalam waktu singkat terjadi kenaikan jumlah kasus yang signifikan,” kata Silwanus dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Rabu (9/2/2022).

Dikatakan, hospitalisasi dan tingkat keparahan kasus varian Omicron lebih rendah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Pasien Covid-19 di RSUD Abepura Papua Meninggal

“Orang yang terpapar Omicron dapat dirawat di rumah atau isolasi mandiri,” ujarnya.

Kata Silwanus, pemerintah telah melakukan strategi berbeda antara menghadapi varian Omicron dengan varian Delta.

“Varian Delta membutuhkan kapasitas rumah sakit yang tinggi sedangkan Omicron cenderung bisa sembuh tanpa harus dirawat di RS,” tukasnya.

Dari data per 26 Januari 2022, kata Silwanus, pasien yang dirawat di seluruh Indonesia capai 7.688 pasien sedangkan yang di rawat di ICU sekitar 400 pasien.

Untuk total tempat tidur isolasi yang sudah siap pakai ada sekitar 80.000 serta kapasitas nasional ruang isolasi 120.000-130.000.

Pemerintah menurut Silwanus, telah melakukan riset kecil terhadap pasien Omicron yang dirawat.

Baca juga: Dua Pasien Covid Meninggal di RSUD Abepura, Masyarakat Papua Diimbau Terapkan Prokes Ketat

“Total pasien terpapar Omicron ada 1.988, sebanyak 765 di antaranya sudah sembuh. Total pasien Omicron yang dirawat di RS ada 854 orang,” katanya.

“Dari 854 pasien yang dirawat, sebanyak 461 asimtomatik, bergejala ringan 334, bergejala sedang 54 orang dan hanya 5 orang bergejala berat,” sambungnya.

Terapi oksigen yang diberikan terhadap pasien, menurutna yang dirawat sebanyak 54 pasien mendapatkan nasal kanul, 1 simple mask, HFNC 1, ventilator 3, dan selebihnya tanpa terapi oksigen sebanyak 795.

Baca juga: Tidak Diperiksa Varian Omicron pada Dua Kasus Meninggal Covid-19 di Jayapura

“Hasil riset ini memperkuat anggapan bahwa varian Omicron lebih ringan dari varian lain,” tegasnya.

Dikatakan, pasien terkait Omicron yang meninggal dunia berjumlah tiga orang, pasien tersebut dirawat di RS Sari Asih Ciputat, RSPI Sulianto Saroso, dan RSJPD Harapan Kita

“Ketiga pasien yang meninggal dunia berusia 54 tahun (sudah 2 kali vaksin), 64 tahun (belum divaksin sama sekali), dan 78 tahun (sudah mendapatkan booster),” ungkapnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved