Jumat, 10 April 2026

Covid 19 Papua

Anak-anak Dalam Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19

Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 mulai meningkat dari hari ke hari. Lonjakannya pun cukup signifikan.

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews
Gejala Covid-19 varian Omicron yang sering ditemui pada anak adalah batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 mulai meningkat dari hari ke hari. Lonjakannya pun cukup signifikan.

Lonjakan kasus ini juga sangat mengancam anak-anak usia 0-18 tahun. Saat ini, berdasarkan data total kasus konfirmasi positif Covid-19, 13,3 persen di antaranya diidap oleh anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, hingga 7 Februari, terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada anak hingga 1.000 persen atau 10 kali lipat dari Januari 2022 hingga sekarang. 

Baca juga: Beraktivitas Tidak Kenakan Masker di Jayapura, Dilakukan Tes Rapid dan Sanksi Sosial

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, jumlah kasus harian Covid-19 yang dilaporkan pada Rabu (9/2/2022), bertambah 46.843 dalam 24 jam terakhir. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada saat ini 2,5 kali lipat lebih cepat dibandingkan gelombang kedua Covid-19 yang terjadi pada Juli 2021 lalu.

"Pada masa lonjakan kasus kedua peningkatan terjadi sejak awal Mei atau membutuhkan waktu delapan minggu untuk mencapai kondisi kasus yang setara dengan saat ini,” kata Wiku dikutip dari laman Kompas.com.

“Penambahan kasus saat ini hanya dicapai dalam waktu tiga minggu saja atau 2,5 kali lebih cepat dibanding lonjakan kedua," sambungnya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 pada anak-anak terjadi di tengah terjangan varian Omicron yang saat ini sedang melanda Indonesia.

Baca juga: 40 Kasus Omicron di Papua, Silwanus Sumule: Ayo Vaksinasi Booster dan Jaga Prokes Ketat

"Jangan disangka Covid-19 ini hanya terjai pada orang dewasa dan lansia. Tapi juga terjadi pada anak-anak," kata Erlina, Rabu (9/2/2022).

Satu di antara faktor penyebab meningkatnya penularan Covid-19 pada anak-anak yang disorot Erlina yakni terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah berlangsung sejak 3 Januari lalu.

Ia pun mengingatkan bahwa anak-anak yang terpapra virus SARS-Cov-2 berpotensi mengalami Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C).

Baca juga: UPDATE: Kasus Kematian Bertambah, Total 3 Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Kota Jayapura

"Dan yang berbahaya, yang bisa membuat menjadi berat dan menimbulkan kondisi yang bisa jadi fatal yakni Multisystem Inflammatory Syndrome. Ini sindrom inflamasi multiorgan yang disebabkan penyakit Covid-19, jumlah kasusnya cukup tinggi," kata Erlina.

Sementara itu, Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengungkapkan, pada 24 Januari 2022, kasus Covid-19 pada anak yang tercatat sebanyak 676.

Kemudian pada 31 Januari 2022 jumlahnya merangkak naik menajdi 2.775. Selanjutnya pada 7 Februari jumlahnya sudah melonjak tajam menjadi 7.190 kasus.

"Kalau dibandingkan Januari sudah lebih dari 1.000 persen atau 10 kali lipat lebih ketika dibandingkan Januari 2022, dari pekan kemarin 300 persen," kata Piprim.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved