ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kesehatan

Ketersediaan Tempat Tidur dan ICU untuk Kasus COVID-19 Memadai

uru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan keterisian tempat tidur untuk isolasi kasus COVID-19 masih memadai.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun
Suasana ketika para petugas hendak melakukan penanganan di ruangan isolasi pasien Covid-19, RSUD Provinsi Papua Barat. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan keterisian tempat tidur untuk isolasi kasus COVID-19 masih memadai.

"Kita sudah melihat bahwa ketersediaan tempat tidur dengan jumlah pasien yang diisolasi saat ini masih cukup rendah,"kata Siti dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (16/2/2022) dikutib dari kemkes.go.id.

Baca juga: Tito Karnavian: Pemerintahan IKN Nusantara Setara Provinsi dengan Daerah Kekhususan

"Terlihat seperti di Sumatera Utara jumlah kasus 637 sementara tempat tidur isolasi yang disediakan sebanyak 4 ribu,"ujarnya.

Di DKI Jakarta sebanyak 8.418 Tempat Tidur yang terpakai dari 15.313 Tempat tidur yang disediakan.

Baca juga: Wapres Siap Libatkan PGGP Kawal Pembangunan di Tanah Papua

Begitu juga Provinsi lainnya seperi Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, dan Papua dengan jumlah kapasitas tempat tidur untuk isolasi masih memadai.

Tak hanya itu, ketersediaan ICU pun memadai dan mengalami peningkatan. Di Sumatera Utara ada 21 ICU yang terisi dari 390 yang tersedia, DKI Jakarta sebanyak 406 ruang ICU terpakai dari 921 ruang ICU yang disediakan.

Banten 103 ruang ICU terisi dari 354 yang tersedia, Jawa Barat 273 ruang ICU terisi dari 1.034 yang tersedia, DIY 30 ruang ICU terisi dari 142 yang tersedia, Jawa Tengah 202 ruang ICU terisi dari 922 yang tersedia.

Baca juga: Imigrasi Kanwilkumham Papua Gelar Operasi Gabungan di Perairan RI-PNG

Selanjutnya, Jawa Timur 287 ruang ICU terisi dari 1.490 yang tersedia, Bali 99 ruang ICU terisi dari 240 yang tersedia, Kalimantan Selatan 11 ruang ICU terisi dari 109 yang tersedia, dan Papua 10 ruang ICU terisi dari 122 yang tersedia.

"Kita ketahui pada saat varian Delta kita memiliki 140 ribu kapasitas tempat perawatan, sementara saat ini yang kita sediakan baru sekitar 90 ribu,"katanya.

Saat ini, kata dia, kasus konfirmasi positif COVID-19 lebih didominasi oleh kasus-kasus di Jawa dan Bali.

Baca juga: Pasien Dengan Hasil Antigen Positif, Bisa Dapat Obat Gratis dan Layanan Telemedisin

Lanjut dia, masyarakat diharapkan tetap tenang karena pemerintah sudah lebih siap menghadapi fase peningkatan gelombang varian Omicron mengingat pembelajaran di gelombang Delta pada Juli Agustus 2021.

"Kami memprediksi bahwa peningkatan kasus di pulau Jawa, di luar Jawa, dan Bali akan mulai terjadi dalam beberapa minggu ke depan melihat pola dari pembelajaran selama gelombang Delta sebelumnya,"ujarnya.

Pemerintah terus mengimbau untuk masyarakat tetap melakukan upaya-upaya penguatan protokol kesehatan.

Baca juga: Mendikbudristek Luncurkan ARKAS Sebagai Perencanaan dan Pelaporan Dana BOS

Pemerintah daerah diharapkan melakukan penguatan testing, tracing, treatment untuk mencegah perluasan penyebaran COVID-19 varian omicron.

"Kita berharap masyarakat tetap waspada walaupun mungkin terjadi penurunan kasus di wilayahnya. Ingat bahwa untuk Jawa dan Bali akan ada potensi peningkatan kasus di 3 sampai 4 minggu ke depan,"katanya.

"Oleh karena itu kita tetap menjalankan protokol kesehatan, deteksi dini, dan segera vaksinasi,"ujarnya.(Sumber : Kemenkes)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved