ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Ini Daftar 3 Kandidat Kepala Badan Otorita IKN dari Non-partai, Termasuk Ridwan Kamil

Jokowi menyebut sosok calon pemimpin ibu kota baru "Nusantara" akan berasal bukan dari kalangan partai politik.

TRIBUNNEWS.COM/FACHMI RACHMAN
Pemandangan kawasan lahan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dari Ketinggian, Rabu (2/10/2019). Lahan HTI milik PT IHM ini rencananya akan menjadi salah satu lokasi pengembangan Ibu Kota Negara yang baru. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) terus berlanjut.

Ibu kota negara baru nantinya akan dipimpin oleh Kepala Badan Otorita IKN.

Presiden Joko Widodo diketahui telah menyampaikan kriteria calon Kepala Badan Otorita IKN.

Kali ini, Jokowi menambahkan kriteria baru. 

Jokowi menyebut sosok calon pemimpin ibu kota baru "Nusantara" akan berasal bukan dari kalangan partai politik.

"Non-partai," ungkap Jokowi di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/2/2022).

Presiden menyatakan akan melantik Kepala Badan Otorita IKN dalam waktu dekat.

Jokowi bahkan menyebut pemimpin ibu kota baru kemungkinan akan dilantik dalam waktu dekat.

Baca juga: Bahas Pemindahan Ibu Kota Negara, Jokowi Singgung Soekarno dan Soeharto

"Secepatnya, secepatnya. Ya mungkin ini minggu- minggu depan sudah kita lantik," tuturnya.

Jauh sebelum ini, Jokowi pernah mengungkap sejumlah nama yang ia pertimbangkan untuk menjadi Kepala Badan Otorita IKN.

Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, eks Bupati Banyuwangi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas.

Lalu mantan Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro dan eks Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA), Tumiyana.

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Kemudian pertengahan Januari lalu, Jokowi kembali menyampaikan kriteria calon pemimpin ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Kali ini, Jokowi punya syarat calon Kepala Badan Otorita haruslah sosok yang pernah memimpin daerah dan punya latar belakang sebagai seorang arsitek.

Baca juga: Sebut TNI akan Pakai Lahan 4.500 Hektare di IKN, Jenderal Andika: Untuk Angkatan Laut, Darat, Udara

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved