Selasa, 19 Mei 2026

Papua Terkini

Lambertus Jitmau: Pemekaran Papua Itu Untuk Rakyat

Pemekaran bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga tidak hanya dilakukan di tanah Papua, tetapi di seluruh nusantara.

Tayang:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
ist
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat beramah tamah dengan dengan Walikota Sorong Drs. Ec Lambertus Jitmau, SE, MM di Gedung Samu Siret, Kantor Walikota Sorong Remu Utara, Kecamatan Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (1/2/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau mengatakan pemekaran bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga tidak hanya dilakukan di tanah Papua, tetapi di seluruh nusantara.

Hal ini disampaikan Lambertus dalam Webinar Stategic Policy Forum, Kamis (24/02/2022).

Menurutnya, soal pemekaran, jangan dilihat dari sisi negative saja.

Baca juga: Kembangkan Sejumlah Inovasi, Freeport Terapkan Teknologi Smart Mining

Namun, dari segi positfnya hal tersebut hadir untuk memberikan solusi terbaik kepada masyarakat di setiap daerah yang mau dimekarkan.

"Contohnya tahun 60-an, Papua hanya satu provinsi. Dengan satu provinsi ini, kita sulit melakukan terobosan pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Lambertus Jitmau.

Namun, kemudian mekarlah Papua Barat.

Berkat hasil tersebut, kita bisa lakukan terobosan-terobosan besar dan berbagai rentannya pengendalian pemerintahan kepada masyarakat, baik itu di gunung, lembah, pesisir dan pulau, dan mereka bisa merasakan sentuhan-sentuhan disetiap daerah masing-masing.

Lantas, sambung Lambertus, apakah negara hadir untuk menyusahkan rakyatnya?

Baca juga: Minta Semua Instansi Papua Pasang Logo Presidensi G20, Lukas Enembe: Dukungan Papua bagi Indonesia

"Tentunya tidak. Sebab, ada komitmen besar untuk membangun negara ini dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Maka apapun dilakukan negara, tentu harus dinikmati sebagai warga negara.

"Baik itu untuk orang asli Papua maupun non asli Papua," ujarnya.

Menurut Lambertus, dalam mendukung program pemerintah, semua pihak harus bergandengan tangan untuk menghadirkan pembangunan di segala bidang demi untuk mewujudkan kesehjateraan masyarakat di tanah Papua.

"Mari kita tinggalkan berbagai persepsi dan kita tonjolkan kebersamaan itu di dalam NKRI untuk membangun nusantara ini," tambahnya.

Selain itu, Lambertus, menambahkan, pemekaran juga harus dilakukan secara baik dalam menjaga keseimbangan dan kebersamaan yang ada di Papua dan Papua barat.

Baca juga: Perang Meletus di Ukraina, Kesaksian WNI: Kondisi di Kiev Sekarang Mencekam

"Kalau ada kasih sayang dari bapak Presiden dan DPR RI maka mari sayang kita punya kedua Gubernur yaitu Lukas Enembe dan Dominggus Mandacan.”

"Kalau ada pemekaran maka dibagi rata, supaya kami merasa kebersamaan dan dihargai dalam membangun negeri dan tanah ini. Kalau Papua dan Papua Barat maju, berati kita semua bangga dengan tujuan akhir yaitu telah mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Oleh sebab itu, sebagai orang nomor satu di Kota Sorong, Lambertus Jitmau mengajak seluruh masyarakat agar tidak melihat hal-hal negatif dengan adanya pemekaran.

Baca juga: Yustinus Pae Terus Memotivasi Pemain Muda Persipura Jayapura

"Sebab banyak hal besar yang pemerintah pusat akan berikan kepada orang asli Papua, seperti pengadaan pegawai negeri sipil, pengakatan TNI-Polri dan lain sebagainya, maka kepada orang Papua harus siap menerima kepercayaan yangbtelah diberikan oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Sebab menurut, Lambertus, seluruh kepala daerah, baik itu gubernur, bupati dan wali kota mempunyai komitmen membangun Papua.

"Maka, jangan melihat pemekaran menurut ini dan itu, tetapi mari kita bergandengan tangan untuk bangun tanah Papua, kepercayaan, termasuk dana otsus dan lain sebagainya sudah diberikan," terangnya.

Selain itu, Lambertus mengungkapkan apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo, DPR RI, dan Kemeterian terkait serta para Politisi senayan yang telah mempunyai niat baik untuk membangun Papua.

Baca juga: Dirjen Binmas Islam Gelar KFPI 2022, Total Hadiah Puluhan Juta

"Pemekaran ini sangat dihargai dan dihormati. Tapi saya sarankan, bapak Presiden, kementerian terkait dan Komisi II DPR RI, soal hal ini harus lebih diperhatikan keseimbangan dan kebersamaan antara Papua dan Papua Barat, sebab Papua adalah satu.

"Agar apa yang dilakukan nanti bukan hanya untuk orang Papua melainkan untuk mereka non-papua dari Sabang sampai Merauke. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved