Internasional
Serangan Militer Rusia ke Ukraina dan Peran Presiden Jokowi Cegah Terjadinya Perang Dunia III
Indonesia mengecam setiap tindakan yang nyata-nyata merupakan pelanggaran wilayah teritorial dan kedaulatan suatu negara.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pemerintah Indonesia mengeluarkan 4 poin pernyataan terkait kondisi darurat yang terjadi di Ukraina, yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.
Pertama, Indonesia prihatin dengan kondisi eskalasi konflik senjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat serta berdampak bagi perdamaian di kawasan.
Kedua, Indonesia menegaskan agar ditaatinya hukum internasional dan piagam PBB mengenai integritas teritorial wilayah suatu negara, serta mengecam setiap tindakan yang nyata-nyata merupakan pelanggaran wilayah teritorial dan kedaulatan suatu negara.
Baca juga: Rusia Invasi Ukraina, Presiden Jokowi: Setop Perang!
Ketiga, menegaskan kembali agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian damai.
Keempat, KBRI telah mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan WNI di Ukraina sesuai rencana kontijensi yang telah disiapkan.
Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022), dan menyebutnya sebagai "operasi militer khusus".
Tak ayal hal ini mengundang respon dari berbagai pihak, termasuk pimpinan tertinggi di Indonesia.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara tegas menyerukan agar perang antar kedua negara itu dihentikan.
"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia," kata Jokowi dalam akun twitternya @jokowi.
Sebelumnya Jokowi menyerukan agar ketegangan antara Rusia dan Ukraina dihentikan.
Semua pihak yang terlibat menahan diri agar tercipta perdamaian.
"Rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi," kata Jokowi dalam akun twitternya @jokowi, Senin, (21/2/2022).
Ketegangan yang terjadi, menurut Presiden, jangan sampai berujung perang. Saat ini justru yang dibutuhkan adalah sinergitas dan kolaborasi masyarakat dunia dalam menghadapi Pandemi.
"Saatnya kita memulihkan ekonomi dunia, mengantisipasi kelangkaan pangan, dan mencegah kelaparan," tulis Presiden.
Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana menilai serangan militer Rusia ke Ukraina bisa memicu terjadinya Perang Dunia III.
Baca juga: Serangan Militer Rusia Ke Ukraina Bisa Memicu Terjadinya Perang Dunia III
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/serangan-rusia-ke-ukraina-02.jpg)