Termasuk Myanmar dan Suriah, Ini 5 Negara yang Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Setidaknya ada lima negara yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Negara pendukung Rusia tersebar di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin.
TRIBUN-PAPUA.COM - Invasi militer Rusia ke Ukraina mendapatkan kecaman dari sejumlah negara.
Namun, ada juga negara-negara yang mendukung invasi militer Rusia ke Ukraina tersebut.
Setidaknya ada lima negara yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Lima negara-negara tersebut tak lain dan tak bukan adalah sekutu Moskwa sendiri.
Negara pendukung Rusia tersebar di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin.
Berikut adalah daftar lima negara yang mendukung Rusia invasi Ukraina.
Baca juga: Tak Ambil Pusing soal Sanksi dari Barat, Rusia: Akan Ada Masalah tapi Bukan Berarti Tak Bisa Diatasi
1. Belarus
Sebagai sekutu Rusia dan yang posisinya paling dekat dengan negara itu serta berbatasan langsung dengan Ukraina, Belarus mendukung langkah Vladimir Purin melakukan invasi.
Meski membantah tentaranya ikut-ikutan menyerbu Ukraina, pasukan Rusia dilaporkan bergerak dari perbatasan Belarus menuju Ukraina.
Belarus juga masih menampung sekitar 30.000 tentara Rusia yang ikut latihan militer bersama mereka awal bulan ini.
"Penerbangan Rusia dikendalikan dan dipandu oleh pesawat A-50 yang dikerahkan dari wilayah Minsk di wilayah udara Belarus dan Republik Otonomi Crimea yang diduduki sementara," menurut keterangan Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, Jumat (25/2/2022).
Presiden Belarus Alexander Lukashenko adalah sekutu dekat Putin.
Baca juga: Otoritas Ukraina Sebut Radiasi Chernobyl Meningkat setelah Direbut Rusia, Bakal Jadi Bom Nuklir?
2. Myanmar
Junta Myanmar pada Jumat (25/2/2022) mendukung invasi Rusia ke Ukraina, dengan menyebut langkah itu menunjukkan posisi Moskwa sebagai pemimpin dunia.
Rusia adalah salah satu sekutu utama dan pemasok senjata ke para jenderal Myanmar. Mereka juga berulang kali melindungi negara yang dilanda kudeta itu di PBB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/puing-puing-dari-bangunan-tempat-tinggal-yang-hancur-di-jalan-koshytsa.jpg)