Sabtu, 2 Mei 2026

Rusia vs Ukraina

Dulu Komedian, Kini Jadi Target Utama Rusia

Volodymyr Zelensky kembali terkenal secara global setelah negara yang dipimpinnya k9ini diinvasi oleh Rusia.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberi isyarat saat berbicara kepada media selama konferensi pers di Kyiv, Ukraina, Jumat, 26 November 2021. (KANTOR KEPRESIDENAN UKRAINA via AP) 

Zelensky mengatakan dirinya telah ditandai menjadi target nomor satu dalam serangan Rusia. Sedangkan keluarganya merupakan target nomor dua.

Sebuah pengangkut personel lapis baja terbakar dan kendaraan utilitas ringan yang rusak ditinggalkan setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Pemerintah kota mengatakan bahwa pasukan Ukraina terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Rusia yang memasuki kota terbesar kedua di negara itu pada Minggu.
Sebuah pengangkut personel lapis baja terbakar dan kendaraan utilitas ringan yang rusak ditinggalkan setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Pemerintah kota mengatakan bahwa pasukan Ukraina terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Rusia yang memasuki kota terbesar kedua di negara itu pada Minggu. (AP PHOTO/MARIENKO ANDREW)

"Menurut informasi yang kami miliki, musuh telah menandai saya sebagai target nomor satu, keluarga saya sebagai target nomor dua," katanya kepada warga Ukraina dalam pidato dini hari.

Rusia disebut ingin menghancurkan Ukraina secara politis. Zelensky mengatakan hal ini dilakukan dengan cara menghancurkan kepala negara.

"Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politis dengan menghancurkan kepala negara," sambungnya.

Para pejabat AS menilai cara tercepat Rusia mengakhiri perang adalah dengan membunuh Zelensky atau menangkapnya.

Baca juga: Roman Abramovich Dicap Pengecut soal Nasib Chelsea dan Sikap Atas Invasi Rusia ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin menghindari pendudukan Ukraina yang mahal dan berlarut-larut dengan memaksa Zelensky keluar dan menempatkan pemimpin yang patuh pada Rusia sebagai gantinya.

Zelensky telah mengetahui selama berminggu-minggu tentang kekhawatiran AS atas keselamatannya. Namun, Zelensky belum menerima tawaran Washington.

"Kami semua di sini. Mempertahankan kemerdekaan kita. Negara kami, dan itu akan berlanjut," kata Zelensky.

"Pertempurannya ada di sini; saya membutuhkan amunisi, bukan tumpangan," sambungnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved