Rusia vs Ukraina
Dulu Komedian, Kini Jadi Target Utama Rusia
Volodymyr Zelensky kembali terkenal secara global setelah negara yang dipimpinnya k9ini diinvasi oleh Rusia.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Volodymyr Zelensky kembali terkenal secara global setelah negara yang dipimpinnya kini diinvasi oleh Rusia.
Dulu, sebelum menjadi Presiden Ukraina, masyarakat setempat mengenalnya sebagai seorang komedian atau aktor dalam layar kaca.
Pria kelahiran 25 januari 1978 ini terpilih sebagai Presiden Ukraina ke-9 pada 2019 lalu.
Baca juga: AS Mengaku Tak Khawatir soal Ancaman Nuklir yang Diumumkan Putin, Ini Alasannya
Zelensky, memenangkan pemilihan presiden dengan telak setelah sebagian besar kampanyenya diduga dibiayai oleh salah satu oligarki terkaya dan paling korup di Ukraina, Igor Kolomoisky, demikian dikutip dari laman wikipedia.
Ia memenangkan pemilihan umum dengan 73,2 persen suara pada putaran kedua.
Sebagai presiden, Zelensky mendukung e-pemerintah dan persatuan antara bagian berbahasa Ukraina dan Rusia.
Dia sangat sering menggunakan media sosial untuk komunikasi, terutama Instagram.
Ketika dia menjabat, dia mengawasi penghapusan imunitas legal untuk anggota Verkhovna Rada, parlemen Ukraina, penanggulangan pandemi Covid-19 di negaranya dan resesi yang mengikutinya, dan beberapa kemajuan mengatasi korupsi.
Baca juga: Rusia Invasi, PBB: 500.000 Lebih Warga Ukraina Telah Mengungsi
Pengkritik Zelensky mengklaim bahwa ia ingin memusatkan otoritas dan mengkuatkan posisi pribadinya dengan mengambil kekuasaan dari oligark Ukraina.
Zelensky mencoba mengadakan dialog dengan presiden Rusia Vladimir Putin, dan berjanji untuk menghentikan konflik Ukraina dengan Rusia sebagai bagian dari kampanye presidennya.
Pada 2021–2022, pemerintahan Zelensky mengalami peningkatan ketegangan dengan Rusia, yang berujung pada invasi penuh oleh Rusia pada Februari 2022 yang sedang berlangsung.
Kini ia berperan sebagai seorang pemimpin perang yang berisiko dibunuh saat Rusia meluncurkan serangan penuh.
Baca juga: Konvoi Militer Besar Sepanjang 60 Km Dikerahkan Rusia untuk Serang Ibu Kota Ukraina
Tolak Tawaran Evakuasi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak tawaran evakuasi yang diberikan pemerintah Amerika Serikat (AS). Zelensky berjanji akan tetap di tempatnya.
Tawaran itu disampaikan untuk mencegah Zelensky ditangkap atau dibunuh oleh pasukan Rusia yang telah masuk ke Kiev.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelenskyy-memberi-isyarat-saat-berbicara-kepada-media.jpg)