ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Rusia vs Ukraina

Perundingan Perdana Rusia-Ukraina Buntu

Hasil dari perundingan perdana antara Rusia-Ukraina pada, Senin (28/2/2022) berakhir tanpa ada kesepakatan.

Editor: Roy Ratumakin
SERGEI KHOLODILIN
Anggota delegasi dari Ukraina dan Rusia, termasuk ajudan presiden Rusia Vladimir Medinsky (kedua dari kiri), ajudan presiden Ukraina Mykhailo Podolyak (kedua dari kanan), anggota parlemen Pelayan Rakyat Volodymyr Zelensky Davyd Arakhamia (ketiga dari kanan), mengadakan pembicaraan di wilayah Gomel Belarus, Senin (28/2/2022), setelah invasi Rusia ke Ukraina. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Hasil dari perundingan perdana antara Rusia-Ukraina pada, Senin (28/2/2022) berakhir tanpa ada kesepakatan.

Perudingan tersebut diketahui berlangsung di dekat perbatasan Belarusia-Ukraina.

Hadir mewakili Ukraina adalah penasihat utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Mikhailo Podolyak.

Baca juga: Dulu Komedian, Kini Jadi Target Utama Rusia

Sedangkan dari pihak Rusia adalah Kepala Delegasi Rusia Vladimir Medinsky.

Mikhailo Podolyak mengatakan, pembicaraan difokuskan pada kemungkinan gencatan senjata.

Sementara itu, Vladimir Medinsky mengatakan, pembicaraan dengan pejabat Ukraina berlangsung hampir lima jam.

"Pertemuan berikutnya akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang di perbatasan Polandia-Belarusia, ada kesepakatan untuk itu," kata Medinsky.

Setelah pembicaraan awal antara Rusia-Ukraina berakhir tanpa hasil, kedua delegasi kembali dari lokasi perundingan di Belarus ke ibu kota mereka untuk berkonsultasi.

Jonah Hull dari Al Jazeera, melaporkan dari Lviv di Ukraina Barat, tidak mengherankan bila terobosan belum tercapai dan tidak ada tanda bahwa kedua belah pihak telah bersepakat.

Baca juga: Volodymyr Zelensky Daftarkan Ukraina ke Uni Eropa di Tengah Invasi Rusia

"Kedua delegasi keluar dari lima jam pembicaraan. Pihak Rusia dan Ukraina telah mengidentifikasi beberapa topik prioritas, di mana mereka telah menguraikan keputusan tertentu," kata Hull.

Akan tetapi, tidak jelas apa saja topik prioritas itu.

Namun yang pasti, pihak Ukraina mencari gencatan senjata segera dan penarikan segera pasukan Rusia.

Sementara pihak Rusia, mereka mencari jaminan tentang netralitas Ukraina dan tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Sebelumnya, Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan di sebuah tempat dekat perbatasan Belarusia.

Baca juga: Konvoi Militer Besar Sepanjang 60 Km Dikerahkan Rusia untuk Serang Ibu Kota Ukraina

Pembicaraan itu yang pertama sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pekan lalu.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved