Nasional

Tren Negatif Rupiah, Makin Tertekan Dibayangi Konflik Rusia - Ukraina

Rupiah diyakini masih berada dalam tren negatif menyambut perdagangan besok, Jumat (4/3).

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi uang 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini sentimen konflik antara Ukraina dan Rusia masih jadi perhatian utama para pelaku pasar.

Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual menjelaskan, hal ini berimbas negatif ke rupiah karena para investor cenderung beralih ke aset safe haven.

Ini tercermin dari rally aset safe haven seperti dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Dengan kata lain, rupiah diyakini masih berada dalam tren negatif menyambut perdagangan besok, Jumat (4/3).

Oleh karenanya, sentimen eksternal dinilai jadi pemberat pergerakan rupiah besok.

“Konflik ini juga memicu harga minyak dunia terus melonjak yang pada akhirnya akan mendorong kebutuhan impor Indonesia. Ini juga jadi sentimen negatif untuk rupiah dalam beberapa waktu ke depan,” kata David dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (2/3/2022).

Baca juga: 2 Tahun Pandemi Covid-19, Gubernur BI: Butuh Inovasi dan Transformasi untuk Pulih Bersama

Baca juga: Kasus Omicron Makin Tinggi, Gubernur Bank Indonesia: Perekonomian Indonesia Tetap Bertumbuh

Sementara terkait lonjakan harga batubara yang bisa untungkan ekspor Indonesia, David melihat hal tersebut memang jadi katalis positif untuk rupiah secara jangka panjang. Hanya saja, ia meyakini kenaikan harga minyak dan tekanan impor Indonesia secara jangka pendek akan buat rupiah volatile.

Dia memproyeksikan, rupiah bergerak pada rentang Rp 14.370 - Rp 14.430 per dolar AS untuk hari Jumat.

Pada perdagangan Rabu (2/3), rupiah ditutup melemah 0,38 persen ke Rp 14.390 per dolar AS di pasar spot. Pelemahan juga terjadi di kurs Jisdor Bank Indonesia seiring mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.373 per dolar AS atau terkoreksi 0,16 persen. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved