ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Pemadaman Listrik di PLTN Chernobyl yang Diduduki Rusia Disebut Munculkan Risiko Radiasi

Perusahaan nuklir milik negara Ukraina, Energoatom, menyebut zat radioaktif dapat terlepas dari pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

(AFP PHOTO/SERGEI SUPINSKY)
Sebuah gambar yang diambil pada 13 April 2021 menunjukkan kubah pelindung raksasa yang dibangun di atas sarkofagus yang menutupi reaktor keempat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl yang hancur menjelang peringatan 35 tahun bencana nuklir Chernobyl yang akan datang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Perusahaan nuklir milik negara Ukraina, Energoatom, menyebut zat radioaktif dapat terlepas dari pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Rabu (9/3/2022).

Dilansir Reuters, hal itu karena Chernobyl tidak dapat mendinginkan bahan bakar nuklir bekas setelah sambungan listriknya terputus.

Di sisi lain, pekerjaan untuk memperbaiki koneksi dan memulihkan listrik ke pembangkit, yang telah diduduki oleh pasukan Rusia, tidak mungkin dilakukan.

Pertempuran sedang berlangsung. Memperbaiki pembangkit amat tidak dimungkinkan.

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Diserang Rusia, Ukraina: Jika Meledak, Itu 10 Kali Lebih Besar dari Chernobyl!

Baca juga: Otoritas Ukraina Sebut Radiasi Chernobyl Meningkat setelah Direbut Rusia, Bakal Jadi Bom Nuklir?

Para prajurit Ukraina mengikuti latihan taktis dan khusus di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, pada Jumat (4/2/2022).
Para prajurit Ukraina mengikuti latihan taktis dan khusus di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, pada Jumat (4/2/2022). (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Sebelumnya, PLTN Zaporizhzhia milik Ukraina juga telah berhasil direbut oleh pasukan Rusia.

PLTN Zaporizhzhia di Kota Enerhodar, Ukraina juga sempat terbakar pada Jumat (4/3/2022) pagi waktu setempat setelah serangan oleh pasukan Rusia.

Hal itu dikemukakan oleh seorang Juru Bicara PLTN Zaporizhia, Andrei Tuz.

"Akibat penembakan oleh pasukan Rusia di PLTN Zaporizhia, kebakaran terjadi," kata Andrei Tuz dalam sebuah video yang diposting di akun Telegram pembangkit tersebut, dikutip dari AFP.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba turut memberikan komentar terkait terbakarnya PLTN terbesar di Eropa yang dimiliki Ukraina tersebut. (*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ada Risiko Radiasi Pasca-pemadaman Listrik di PLTN Chernobyl yang Diduduki Rusia

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved