Pendidikan
Kemendikbudristek Gandeng Dtech-Engineering Kuatkan Pembelajaran Berbasis Proyek
Kemendikbudristek bekerja sama dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI) untuk mengoptimalkan ketautsesuaian (link and match) paket 8+i.
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI) untuk mengoptimalkan ketautsesuaian (link and match) paket 8+i.
Kolaborasi dengan iduka dalam menguatkan pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) itu bertujuan untuk memperdalam pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan DUDI agar dapat diterapkan, direplikasi, dan dikembangkan oleh perguruan tinggi vokasi (PTV).
Baca juga: Persiraja Banda Aceh, Tim Pertama yang Degradasi ke Liga 2
Seperti yang dilakukan Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi yang menyelenggarakan “Workshop Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) bersama Dtech-Engineering Batch I” di Salatiga, Jawa Tengah, pada 8-10 Maret 2022.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menyebutkan teaching factory (tefa) yang dijalankan pendiri perusahaan Dtech dan Akademi Teknik Wacana Manunggal yakni Arfian Fuadi PBL, sangat menarik.
Baca juga: Baru Kerja 5 Hari, Usmad Hamid Keluar dari Tim Advokasi Lukas Enembe, Ini Penjelasan Pemprov Papua
Dtech Engineering merupakan pelaksanaan PBL yang terbaik saat ini, serta terintegrasi dengan kurikulum pada perguruan tinggi.
“Bagaimana kurikulum diinovasikan dengan baik, meski hanya oleh sebuah kampus kecil,”kata secara daring pada Rabu (9/3/2022) dilansir dari kemdikbud.go.id.
Baca juga: Pasca-Persipura Disanksi, Ini Respon Bahagia Madura United
Wikan mengatakan, model PBL Dtech secara resmi menjadi contoh salah satu program yang direkomendasikan untuk program dana padanan (matching fund).
“Jadi, semester 1 dan 2 peserta didik sudah diajarkan semua, dikirim ke industri, dosen berkolaborasi, hingga terwujud Tefa yang komprehensif,”ujarnya.
Hari pertama, kegiatan diisi dengan diskusi yang mencakup presentasi contoh model implementasi pembelajaran berbasis proyek bidang rekayasa, sosial, dan pertanian, serta tanya jawab.
Baca juga: Gelombang Tinggi Capai 2,50 Meter di Perairan Samudra Pasifik Utara Biak
Selanjutnya hari kedua, para peserta yang terdiri dari direktur/dekan dan wakil direktur I, serta perwakilan Tim Pengembang Kurikulum dari PTV mendapat materi mengenai model PBL Dtech-Engineering bersama Akademi Teknik Wacana Manunggal.
Peserta juga mendapat penjelasan bagaimana pelaksanaan asesmen bagi peserta didik dalam penyelenggaraan PBL. Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi lokakarya (workshop) di Dtech-Engineering.
Baca juga: 225 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Dinyatakan Sembuh Setelah Dirawat di LPMP Kotaraja
Sementara itu, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja mengatakan mekanisme atau metode untuk menjalankan PBL merupakan target dari indikator kinerja utama (IKU) bagi perguruan tinggi yang tercantum pada poin ketujuh.
“Dengan menyelenggarakan kelas yang kolaboratif dan partisipatif serta hasil evaluasi berbasis proyek kelompok atau metode studi kasus (case study),” ujar Beny.
Baca juga: Presiden Ukraina: Terimakasih AS Sudah Setop Impor Minyak dari Rusia
Beny berharap, dengan adanya lokakarya ini, para peserta dapat lebih memahami konsep PBL. Dengan demikian, jika ada kendala, dapat segera diambil langkah solutif untuk mengatasinya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya bakal membuat buku pedoman mengenai penerapan PBL.(Sumber : kemdikbud.go.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/workshop-model-pembelajaran-project-based.jpg)