Rusia Vs Ukraina
Rusia – Ukraina Gagal Damai, Rupiah Indonesia Melemah Lagi
Diketahui bahwa pelemahan rupiah terjadi karena kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina gagal tercapai.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah.
Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.308 per dollar AS, atau turun 32 poin (0,22 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.276 per dollar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina gagal tercapai.
Baca juga: Tren Negatif Rupiah, Makin Tertekan Dibayangi Konflik Rusia - Ukraina
Rusia juga masih akan melanjutkan invasi di Ukraina hingga tujuannya tercapai.
“Nilai tukar rupiah berpotensi berbalik melemah hari ini dengan hasil negosiasi Ukraina dan Rusia yang tidak menemui kesepakatan kemarin di Turki.”
“Perang ini juga terus mendorong kenaikan harga komoditi dan kenaikan inflasi yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi global,” kata Ariston.
Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak melemah pada kisaran Rp 14.350 per dollar AS sampai dengan Rp 14.250 per dollar AS.
IHSG Bergerak di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (11/3/2022).
Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.
Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.880,62 atau turun 43,38 poin (0,63 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.924.
Sebanyak 176 saham melaju di zona hijau dan 200 saham di zona merah.
Baca juga: Kolaborasi Cegah Warga Papua Jadi Korban Investasi Bodong, OJK: Biasanya Malu Melapor
Sedangkan 181 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,3 triliun dengan volume 2,1 miliar saham.
Bursa Asia merah dengan penurunan Nikkei 2,37 persen, Shanghai Komposit 1,16 persen, Strait Times 0,06 persen, dan Hang Seng Hong Kong 3,05 persen.
Wall Street pagi ini ditutup merah dengan penurunan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,34 persen, S&P 500 melemah 0,4 persen, dan Nasdaq Komposit turun 0,9 persen.
Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal formasi candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic membentuk goldencross.
“Pola ini mengindikasikan potensi penguatan namun volume cukup rendah sehingga penguatan diperkirakan hanya bersifat sementara,” kata Dennies dalam rekomendasinya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-miliaran.jpg)