Jumat, 8 Mei 2026

Rusia vs Ukraina

Kisah Janda Tentara Ukraina: Bagi Mereka yang Sudah Mati, Kita Harus Menang

Oksana (47) harus kehilangan suami tercintanya yang rela berkorban untuk melawan tentara Rusia.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
AP PHOTO/EVGENIY MALOLETKA
Seorang wanita berjalan di luar rumah sakit bersalin yang rusak akibat penembakan di Mariupol, Ukraina, Rabu, 9 Maret 2022. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Oksana (47) harus kehilangan suami tercintanya yang rela berkorban untuk melawan tentara Rusia.

Suaminya, Viktor Dudar (44) sudah tak memberinya kabar pada 3 Maret, seminggu setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

Sebelum Viktor ke garis depan, dirinya memeluk istrinya Oksana dan menyuruhnya untuk tidak khawatir.

Baca juga: Para Jenderal Rusia Berguguran di Ukraina

Dan setiap pergi melawan pasukan Rusia yang maju, dia selalu mengirim pesan atau meneleponnya.

"Aku hidup," tulisnya suatu kali. "Semuanya baik baik saja."

Tiga hari pasca-3 Maret 2022, ketakutan terburuk Oksana terbukti ketika seorang pendeta dan beberapa tentara tiba di pintunya.

"Mereka memasuki rumah dan berkata, 'Suamimu adalah seorang pahlawan,'" kenang Oksana, dilansir Reuters.

Suaminya telah meninggal dalam hujan roket Rusia.

Viktor, yang di masa damai adalah seorang jurnalis, adalah salah satu dari ratusan tentara Ukraina yang tewas sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

Ukraina mengatakan pasukannya telah membunuh lebih dari 12.000 tentara Rusia.

Baca juga: Presiden Ukraina Minta Para Ibu dari Tentara Rusia Cegah Anaknya untuk Berperang

Rusia telah mengonfirmasi sekitar 500 kerugian. Tidak ada pihak yang mengungkapkan korban Ukraina.

Selama pidato TV regulernya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menganugerahkan gelar "Pahlawan Ukraina" kepada tentara yang tewas dalam aksi.

Pada hari Kamis (10/3/2022) saja, Zelensky membacakan nama 13 penerima. PBB memperkirakan bahwa 1.500 warga sipil telah tewas atau terluka.

Pejabat Ukraina memperkirakan jumlah korban tewas yang jauh lebih tinggi karena Rusia terus mengepung dan membombardir kota-kota mereka.

Baca juga: Invasi Semakin Memanas, Citra Satelit Tunjuk Konvoi Pasukan Rusia Sepanjang 64 Kilometer

Oksana dan Viktor Dudar bertemu di universitas, ketika dia datang ke asramanya untuk memindahkan beberapa perabotan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved