Pendidkan

PTM Terbatas Ikuti Panduan SKB Empat Menteri, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

erubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan tren positif

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PTM - Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat memantau jalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di berbagai sekolah yang ada di Kota Jayapura, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan tren positif mendorong kembali dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Ini Daftar Pejabat yang akan Temani Jokowi Berkemah di Lokasi IKN Malam Ini

"Dinas Pendidikan dan sekolah dapat mengikuti panduan di dalam SKB Empat Menteri yang terakhir,"kata Suharti dilansir dari kemdikbud.go.id.

"SKB Empat Menteri yang berlaku saat ini sifatnya dinamis, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Silakan dicermati kembali poin-poin yang diatur di SKB Empat Menteri,"ujarnya.

Baca juga: Atasi Dampak Bencana, BPBD Mamberamo Raya Minta Bantuan BNPB Pusat

Dia mengatakan tentunya pemahaman dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci suksesnya PTM terbatas yang aman dan nyaman.

Melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2022, PTM terbatas pada wilayah PPKM level 2 dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Baca juga: Jadwal Pekan ke-31 Liga 1 Hari Ini, Senin 14 Maret 2022: Barito Vs Persebaya, PSM Vs Persela

Kemudian, kata dia, pelaksanaan PTM Terbatas pada satuan pendidikan yang berada di daerah dengan PPKM level 1, 3, dan 4 tetap mengikuti ketentuan dalam SKB Empat Menteri.

Selain itu, berdasarkan SE Mendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022, kini orang tua atau wali peserta didik kembali diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga: Cak Imin Bertemu Komisioner KPU dan Bawaslu, PKS: Tidak Etis!

Terkait aspirasi masyarakat di beberapa daerah agar pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan secara daring, Suharti mengatakan proses asesmen dapat dilakukan dengan beragam metode, tidak hanya tes tertulis, tetapi dengan beragam bentuk seperti tugas, dan lain sebagainya.

Baca juga: Hati-Hati, 10 Daerah di Papua Waspada Dampak Hujan Lebat

"Bisa dilakukan secara luring ataupun daring jika masih belum bisa melaksanakan PTM terbatas,"katanya.

Sesjen Suharti menambahkan, ujian sekolah bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara utuh.

Baca juga: Kasus Konfirmasi Terus Turun, Terendah Sejak 1 Februari 2022

Sehingga, kata dia, asesmen hasil belajar siswa ini menjadi kewenangan dari masing-masing sekolah.

"Hanya para gurulah yang bisa mengetahui proses belajar muridnya, serta bisa menilai mereka secara utuh menggunakan beragam jenis atau bentuk asesmen,"tambah dia. (Sumber : kemdikbud.go.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved