Papua Terkini
Sepanjang 2021, Pendapatan Negara di Papua Capai Rp 10,88 Triliun
Kementerian Keuangan Provinsi Papua akhirnya merilis data pencapaian APBN sepanjang tahun 2021, sebesar Rp 10,88 Triliun berhasil diperoleh dari Papua
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kementerian Keuangan Provinsi Papua akhirnya merilis data pencapaian APBN sepanjang tahun 2021, sebesar Rp 10,88 Triliun berhasil diperoleh dari Bumi Cenderawasih.
Catatan tersebut naik 120,9 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pendapatan negara itu diperoleh dari dua kantong berbeda, yakni penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Baca juga: Gaji PNS Tak Alami Perubahan Tahun Depan, Ini Penjelasan Kementerian Keuangan
Dalam slot penerimaan hasil pajak, Kemenkeu Papua mencatatkan nominal Rp 10,3 Triliun atau sebesar 119, 7 persen.
Sementara, itu pada kantong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) negara mendapatkan Rp 571, 7 Miliar dari Tanah Papua.
Catatan diatas diungkapkan oleh, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua, Burhani dalam konferensi press bersama Tribun-Papua.com.
“Penerimaan pajak kita naik sebesar 8,29 persen dari tahun sebelumnnya,” ungkapnya di Gedung Keuangan Negara Jayapura, Selasa (15/3/2022).
Kenaikan tersebut dihitung dari data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN dan PPnBM, PBB (P3L), dan Pajak lainnya yang berhasil menembus angka Rp7,05 Triliun atau sekitar 92,33 persen dari target tahun 2021.
Baca juga: Ini Kata Kementerian Keuangan soal Wacana Kelas BPJS Kesehatan yang Bakal Dilebur
Menurutnya, PPh non migas adalah penyumbang terbesar penerimaan pajak di wilayah Papua, Papua Barat dan Maluku.
“Realisasinya sebesar penerimaan pajak sebesar Rp4 ,03 Triliun dengan hitungan 57,18 persen dari sektor lainnya,” jelasnya.
Berikutnya, terdapat PPN dan PPnBM PPN realisasi penerimaan sebesar Rp 1,97 Triliun dengan total kontribusi 27,90 persen.
Baca juga: Izak Morin Resmi Dilantik sebagai Rektor Universitas Internasional Papua
Pada posisi ketiga ada PBB (P3L) sebesar Rp 995,38 Miliar dengan capaian 14,12 persen.
“Terakhir ada sumbangan dari Pajak Lainnya dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 56,28 Miliar 0,80 persen, sektor ini tak dapat diprediksi dan mengalami penurunan tahun 2021” sambung Burhani.
Menariknya, lima sektor usaha adalah penopang utama penerimaan pajak di Bumi Cenderawasih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/15032022-kementerian_keuangan_provinsi_papua.jpg)