Sabtu, 25 April 2026

Rusia vs Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky: Putin, Ayo Kita Berdialog!

Beberapa putaran pembicaraan damai antara diplomat tingkat tinggi telah dilakukan tapi gagal mencapai resolusi.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan perjalanan guna bertemu dengan tentara Ukraina di medan perang menghadapi Rusia. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama tiga minggu terakhir.

Beberapa putaran pembicaraan damai antara diplomat tingkat tinggi telah dilakukan tapi gagal mencapai resolusi.

Untuk itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan putaran baru perundingan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan memperingatkan konsekuensi global yang mengerikan jika itu gagal.

"Saya siap untuk bernegosiasi dengannya (Putin)," kata Zelensky saat wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN pada Minggu (20/3/2022).

Baca juga: Pesawat Militer Amerika Serikat Jatuh di Dekat Perbatasan Rusia

"Saya sudah siap selama dua tahun terakhir. Dan saya pikir tanpa negosiasi kita tidak bisa mengakhiri perang ini."

"Saya pikir kita harus menggunakan format apa pun, peluang apa pun untuk kemungkinan negosiasi, (termasuk) kemungkinan berbicara dengan Putin (langsung)," lanjutnya.

"Tetapi jika upaya ini gagal, itu berarti ini adalah Perang Dunia ketiga." Pada Sabtu (19/3/2022), presiden Ukraina merilis pernyataan video di Facebook di mana dia juga memohon untuk segera melakukan pembicaraan dengan Rusia.

"Kami selalu bersikeras pada negosiasi," katanya.

"Kami selalu menawarkan dialog, menawarkan solusi untuk perdamaian. Dan saya ingin semua orang mendengar saya sekarang, terutama di Moskwa. Saatnya bertemu. Saatnya berbicara. Saatnya memulihkan integritas teritorial dan keadilan bagi Ukraina."

Newsweek mewartakan pada 13 Maret putaran keempat pembicaraan damai antara kedua negara telah terhenti, dengan kemungkinan dimulai kembali pada Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Ukraina: Jika Tak Segera Damai, Rusia Akan Alami Krisis Ekonomi Selama Beberapa Generasi

Hanya dua hari sebelumnya, Putin mengeklaim pada 11 Maret bahwa ada kemajuan "positif" dari pembicaraan damai.

Namun demikian, militer Rusia terus membombardir Ukraina dan kota-kota utamanya.

Pada Selasa (15/3/2022), seorang penasihat senior Zelensky mengatakan kepada Financial Times bahwa kesepakatan tentang rencana 15 poin antara Rusia dan Ukraina mulai terbentuk, tapi itu sepenuhnya terdiri dari tuntutan Rusia.

Baca juga: Putin Dituding Jadi Penjahat Perang, Bisakah Dia Diadili karena Invasi Rusia ke Ukraina?

Di antara poin-poin dalam daftar itu adalah bahwa Ukraina menarik kembali seruannya untuk bergabung dengan NATO, menyatakan netralitas.

Termasuk yang terpenting bagi Rusia, adalah agar negara tetangganya itu tidak pernah mengizinkan pangkalan militer atau senjata dari sekutu Barat seperti AS ditempatkan di dalam perbatasannya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved