Senin, 20 April 2026

Rusia Vs Ukraina

Indonesia Antisipasi Kenaikan Harga di Sektor Energi, Pertanian dan Manufaktur

Seperti diketahui, Rusia merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia dan memenuhi 11 persen dari kebutuhan minyak global.

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/Istimewa
Polisi Ukraina membawa mayat dari sebuah bangunan perumahan lima lantai yang sebagian runtuh setelah penembakan di Kyiv pada 18 Maret 2022, ketika tentara Rusia mencoba mengepung ibukota Ukraina. (Sergei SUPINSKY / AFP) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Perang antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan akan berdampak pada Indonesia.

Menurut Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S. Sulendrakusuma konflik antar kedua negara tidak berdampak langsung pada perekonomian Indonesia. Hal ini sejalan dengan minimnya hubungan dagang Indonesia dengan dua negara yang sedang berkonflik tersebut.

 "Relasi perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Rusia dan Ukraina, cukup rendah," katanya di Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Dia memaparkan, neraca dagang dengan Rusia relatif kecil sebesar US$239,79 juta dan Investasi langsung senilai US$23,21 juta.

Baca juga: Jurnalis Cantik Rusia Jadi Korban Serangan Roket di Ukraina saat Merekam Situasi Mencekam

Sementara dengan Ukraina, nilainya minus US$623,89 juta dan total investasi langsung hanya US$1,6 juta

Meski begitu, Panutan menilai, Indonesia tetap melakukan langkah-langkah antisipasi jika konflik Rusia dan Ukraina berkelanjutan.

 “Karena dampak yang besar akan terlihat dari biaya yang dikeluarkan dari pemenuhan impor BBM yang 40 persen kebutuhan masih mengandalkan impor,” tutur Panutan

Panutan menjelaskan, kenaikan harga energi akan berpengaruh pada biaya logistik dan kenaikan harga beberapa komoditas impor seperti gandum, kedelai, jagung dan sapi.

Hal itu tentu saja berpengaruh pada industri makanan, restoran dan pelaku katering.

“Ini berpotensi menyebabkan kenaikan laju inflasi,” kata Panutan.

Baca juga: Indonesia Berinisiatif Keluarkan Rusia dari KTT G20 di Bali?

Ia berpendapat, konflik Rusia dan Ukraina bisa memberikan dampak besar berupa kenaikan harga secara global pada tiga sektor utama, di antaranya, energi, pertanian dan manufaktur.

Seperti diketahui, Rusia merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia dan memenuhi 11 persen dari kebutuhan minyak global.

Namun dari segi konsumsi mereka hanya 4 persen.

Selain itu, Rusia juga produsen gas terbesar dan produsen batu bara ke enam terbesar di dunia.

“Perang akan menyebabkan melambungnya harga minyak dunia, gas dan batu bara. Harga minyak untuk jenis Brent sudah mencapai US$101,68 per barel,” kata Panutan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved