Papua Terkini
Setelah Dilantik, Nahor Nekwek - Jhon Wilil Komit Pulihkan Kabupaten Yalimo
Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Nahor Nekwek dan Wakil Bupati Yalimo Jhon Wilil, berjanji bakal memulihkan kabupaten yang dipimpin
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Loius Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Nahor Nekwek dan Wakil Bupati Yalimo Jhon Wilil, berjanji bakal memulihkan kabupaten yang dipimpin
Demikian disampaikan Bupati Yalimo, Nahor Nekwek didampingi Wakilnya Jhon Wilil kepada awak media di Jayapura, Senin (4/4/2022).
Baca juga: LINK LIVE STREAMING Timnas Futsal Indonesia Vs Malaysia Hari Ini
"Pemulihan itu akan lebih pada jalannya roda pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pelayanan masyarakat dan pembangunan, sebab ini telah menjadi tanggung jawab kami," kata Nahor kepada awak media di Jayapura, Senin (4/4/2022).
Menurut dia, ini menjadi komitmen utama kedua pasangan ini untuk mengembalikan wajah Kabupaten Yahukimo seperti semula.
Baca juga: Mantan Pj Bupati Yalimo Kutuk Pembunuhan Sertu Eka dan Sri: Tidak Manusiawi dan Melanggar HAM!
Bupati Nahor dan Wakil Bupati Jhon mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Yalimo untuk bahu-membahu dalam membangun kabupeten setempat, tetap damai.
“Proses politik sudah selesai dan tidak ada lagi perbedaan, jadi mari kita semua datang untuk bekerjasama memulihkan kabupaten ini,”ujarnya.
Sebelumnya dikabarkan, Nahor dan Jhon resmi dilantik sebagai bupati dan wakil bupati oleh Gubernur Lukas Enembe di Gedung Depdagri, Jakarta, pukul 17.00 WIB.
Baca juga: Longsongan Peluru Pembunuhan Sertu Eka dan Istrinya di Papua jadi Misteri, Begini Kata Pengamat
Setelah pelantikan, Gubernur Lukas mengaku bersyukur dapat melantik Nahor Nekwek dan John W Wilil yang memimpin Yalimo selama 5 tahun kedepan.
Lukas menyebut, keduanya menjadi bupati dan wakil bupati di Papua yang paling terakhir ia lantik pasca Pilkada 2020.
"Pilkada Yalimo telah menyita perhatian publik seluruh Indonesia, tapi bagi kami di Papua, Pilkada Yalimo yang panjang adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk mengawal demokrasi,"katanya.
Baca juga: THM, Wisma Yobar dan Penjual Miras di Merauke Diminta Maklumi Jam Buka-Tutup saat Ramadan
"Meskipun itu harus melalui pengorbanan rakyat Yalimo yang tidak sedikit," ujarnya.
Dia mengatakan, banyak pihak yang terus bertanya, mengapa dinamika Pilkada Yalimo panjang.
"Jawabannya sederhana, apa yang terjadi di Yalimo merupakan satu wujud komitmen masyarakat untuk tetap melindungi NKRI dalam bingkai demokrasi yang memang dikehendaki oleh konstitusi kita," ujarnya.
Baca juga: Ini Dukungan Para Pemangku Kepentingan Terhadap Rapor Pendidikan
Lukas berharap, sebagai kepala daerah, keduanya dapat menjadi teladan bagi rakyat Yalimo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bupati-dan-wakil-bupati.jpg)